Maulid di Tanah Rantau, KKDB Mimika Rawat Cinta kepada Rasulullah


MIMIKA — B88News.id- Jauh dari tanah kelahiran, kerinduan terhadap kampung halaman tidak selalu harus diwujudkan dengan pulang. Di tanah rantau, rasa memiliki itu dapat tumbuh melalui kebersamaan, silaturahmi dan kegiatan keagamaan.

Suasana itulah yang terasa dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) Kabupaten Mimika, Ahad (30/8/2026).

Keluarga besar masyarakat Barru yang berada di Mimika berkumpul dalam suasana penuh keakraban. Maulid tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan sesama warga Barru di tanah rantau.

Peringatan Maulid yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KKDB Kab. Mimika Priode 2026-2031 turut dihadiri Asisten I Setda Kabupaten Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si.; Ketua KKSS Kabupaten Mimika, H. Iwan Anwar, SH., MH.; Ketua KKDB Kabupaten Mimika, dr. H. Muhammad Bustaman; Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah, H. Ardi, ST, yang merupakan putra asli Barru; Ketua MUI Kabupaten Mimika; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika; serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika.

Hikmah Maulid disampaikan H. Syahriadi Al Bugisy. S. HI. MA. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk kembali mengenal, mencintai dan meneladani Rasulullah Muhammad SAW.


H. Syahriadi menjelaskan, Nabi Muhammad SAW merupakan Akhirul Anbiya' wal Mursalin, nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah SWT. Rasulullah SAW hadir membawa risalah Islam sekaligus menjadi teladan bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan.

Keteladanan itu tercermin dalam akhlak Rasulullah yang penuh kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

"Maulid jangan hanya kita rayakan, tetapi harus kita maknai. Kecintaan kepada Rasulullah harus terlihat dari akhlak kita, dari cara kita memperlakukan keluarga, tetangga dan sesama," pesan H. Syahriadi.

Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

 Menurut kandidat doktor tersebut, shalawat merupakan salah satu bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah sekaligus amalan yang memiliki keutamaan besar.

"Jangan hanya bershalawat ketika Maulid. Jadikan shalawat sebagai amalan sehari-hari. Mudah-mudahan dengan memperbanyak shalawat, kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat dan hati kita semakin dekat dengan ajaran beliau," ujarnya.

H. Syahriadi mengingatkan, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan. Kecintaan itu harus diwujudkan dalam perilaku, dengan mengikuti sunnah, menjaga akhlak dan menghadirkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi keluarga besar KKDB Mimika, peringatan Maulid juga memiliki makna yang lebih luas. Di tengah kehidupan sebagai perantau, kebersamaan menjadi kekuatan untuk menjaga identitas, persaudaraan dan kecintaan terhadap daerah asal.

"Di mana pun kita berada, kita tetap membawa identitas sebagai keluarga besar Barru. Mari kita jaga persaudaraan, saling membantu dan menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan," pesannya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pun menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi dengan meneladani akhlaknya, memperbanyak shalawat serta meneruskan nilai kasih sayang dan persaudaraan yang beliau ajarkan.(syam) 


Posting Komentar untuk "Maulid di Tanah Rantau, KKDB Mimika Rawat Cinta kepada Rasulullah"