Barru —B88News.id- Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ORDA Barru berkolaborasi dengan Pemuda ICMI, Institut Teknologi Bisnis dan Administrasi (ITBA) Al Gazali Barru, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITBA Al Gazali Barru menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” di Kampus 1 ITBA Al Gazali Barru, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama dalam membahas kondisi generasi muda Indonesia di tengah tantangan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga krisis moral yang semakin kompleks.
Dialog ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan kesadaran intelektual di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan bangsa.
Dialog kebangsaan tersebut dihadiri Rektor ITBA Al Gazali Barru, Prof. Dr. H. Kamaruddin Hasan, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Harian ICMI ORDA Barru. Turut hadir Wakil Rektor I Dr. Mukmin Muhammad, S.Sos., M.H., Wakil Rektor II Nurlia, S.Sos., M.Si., para Ketua Program Studi Administrasi Publik, Sistem Informasi, dan Bisnis Digital, serta mahasiswa dan kalangan pemuda di Kabupaten Barru.
Sebagai pemantik diskusi, Dr. Muhaemin Mas’ud, S.Sy., M.Sos., selaku Wakil Sekretaris ICMI ORDA Barru sekaligus Ketua STAI Al Gazali Barru, bersama Jamal Passolowongi, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Unit Pemasyarakatan IPTEK ICMI ORDA Barru, menyampaikan berbagai pandangan kritis mengenai tantangan generasi muda dan masa depan kebangsaan Indonesia.
Kegiatan yang dipandu moderator Ardi Susanto, S.H., selaku Ketua Unit Pengembangan Informasi dan Komunikasi SDM ICMI ORDA Barru tersebut berlangsung dinamis dan interaktif.
Dalam pemaparannya, Jamal Passolowongi menyoroti mulai lunturnya kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda. Menurutnya, banyak anak muda saat ini lebih mengenal figur publik di media sosial dibanding tokoh-tokoh bangsa yang memiliki jasa besar terhadap Indonesia.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana generasi muda masih mengenal budaya lokal dan nilai-nilai kearifan daerah di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
Selain itu, ia menyinggung fenomena fear of missing out (FOMO) yang dinilai semakin memengaruhi pola pikir generasi muda akibat rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kurangnya kesadaran sosial.
Karena itu, ia menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjalani hidup tanpa arah, tetapi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Jamal juga memaparkan empat persoalan besar yang tengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini, yakni pengangguran, kemiskinan di kalangan anak muda, rendahnya kualitas pendidikan, serta krisis mental generasi muda. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan ancaman serius terhadap masa depan bangsa apabila tidak segera mendapat perhatian bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
“Jangan hanya sibuk bermimpi tentang Indonesia Emas, tetapi menutup mata terhadap persoalan generasi muda hari ini. Budaya diskusi dan ruang intelektual harus terus dijaga sebagai sarana melahirkan gagasan, kritik, dan solusi bagi bangsa,” ujarnya.
Ia juga mendorong generasi muda untuk menjadi penggerak perubahan dengan menciptakan peluang dan lapangan kerja, bukan sekadar menjadi pencari kerja.
Menurutnya, pemuda yang mampu membuka lapangan kerja merupakan bagian dari agen perubahan yang dapat memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Kamaruddin Hasan, M.Pd. dalam arahannya menyampaikan bahwa sikap kritis pemuda memiliki peran penting dalam membangun peradaban yang maju dan berkeadaban.
Prof Kamaruddin menegaskan, generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki adab, etika, dan karakter yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia juga mengingatkan, bahwa pembangunan generasi tunas bangsa harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai moral dan budaya. Sebab, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dari kualitas adab generasi mudanya.
Pada penutupan kegiatan, Prof. Kamaruddin menyampaikan bahwa berbagai ruang telah dibuka untuk mendorong pemuda menjadi bagian dari perubahan bangsa, salah satunya melalui forum dialog kebangsaan seperti kegiatan tersebut.
“Generasi muda harus memiliki ruang untuk berdiskusi, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan membangun kepedulian terhadap masa depan Indonesia,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk terus menjaga semangat Kebangkitan Nasional dengan memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata demi terwujudnya generasi muda yang berdaya saing, berintegritas, dan mampu menjaga kedaulatan bangsa.(Humas ITBA)
Posting Komentar untuk "Peringati Harkitnas, ICMI ORDA Barru dan ITBA Al Gazali Gelar Dialog Kebangsaan "