Barru –B88News.id- Calon Kepala Desa Madello Kecamatan Balusu, Arman Rifai, mengusung semangat persatuan sebagai fondasi utama dalam membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Hal tersebut tertuang dalam visi kampanyenya bertajuk “Bersatu, Jauh Lebih Baik untuk Membangun Desa Madello.”
Dengan nomor urut 1, Arman Rifai menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
“Bersama kita bisa. Dengan persatuan, kita wujudkan Desa Madello yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Dalam program unggulannya, Arman Rifai menitikberatkan pada lima sektor strategis, yakni pertanian, perikanan, UMKM, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat. Pada sektor pertanian, ia berkomitmen meningkatkan kualitas pupuk serta hasil produksi petani. Sementara di sektor perikanan, dukungan terhadap nelayan dan pengembangan hasil laut menjadi prioritas.
Untuk pemberdayaan ekonomi, Arman Rifai mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan dan pemasaran produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Di bidang infrastruktur, ia menargetkan pembangunan yang merata guna menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Selain itu, peningkatan pelayanan publik dan program kesejahteraan masyarakat juga menjadi fokus utama guna memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara langsung oleh seluruh warga desa.
Melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis potensi lokal, Arman Rifai optimistis Desa Madello dapat berkembang menjadi desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Narasi Kampanye ini juga menampilkan potensi unggulan desa, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga produk UMKM, sebagai simbol kekuatan ekonomi lokal yang siap dikembangkan secara maksimal.
Dengan mengusung semangat persatuan, Arman Rifai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Madello menuju masa depan yang lebih baik. (SM)
Posting Komentar untuk "Arman Rifai Usung Semangat “Bersatu” untuk Bangun Desa Madello Lebih Maju"