Barru – B88News.id – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Lasinri, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Sabtu (21/3/2026).
Ribuan jamaah memadati bagian dalam masjid hingga halaman untuk menunaikan salat Idulfitri sekaligus mendengarkan khutbah yang sarat pesan keimanan dan kebersamaan dipinpin imam salat Al Hafish Alfi Agung, S. Sos.
Khutbah Idulfitri diawali dengan lantunan takbir yang menggema, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd,” yang menggetarkan hati para jamaah. Suasana haru dan syukur terasa ketika umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Dalam khutbahnya, khatib Ustadz Muhammad Adlan, S.Th.I., M.Ag, Pembina/Pendiri Ponpes DDI ABRAD Makassar, menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai nilai utama yang harus terus dirawat setelah Ramadan. Ia mengingatkan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum mempererat hubungan antar sesama.
“Silaturahmi adalah salah satu kunci keberkahan hidup. Dengan silaturahmi, hati menjadi lapang, hubungan antarsesama terjaga, dan kehidupan bermasyarakat menjadi lebih harmonis,” ujarnya di hadapan jamaah.
Selain itu, khatib juga mengangkat filosofi sokko (beras ketan) yang dikenal dalam tradisi masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan.
Menurutnya, makna tersebut mengajarkan manusia untuk selalu menjaga hubungan baik serta menumbuhkan sikap berprasangka baik kepada Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa sikap berpikir positif terhadap ketetapan Allah akan membawa manusia pada ketenangan dan kebaikan dalam hidup.
“Jika kita senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT, maka insyaAllah hasilnya juga akan baik. Sebaliknya, jika kita dipenuhi prasangka buruk, maka kehidupan akan terasa berat dan penuh kegelisahan,” jelasnya.
Ustadz Adlan mengajak seluruh jamaah menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan sikap optimis dan penuh harapan kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Di akhir khutbah, ia memanjatkan doa agar seluruh umat Islam senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari berbagai kesulitan, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di salah satu masjid terbesar di Kabupaten Barru tersebut berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Momen itu sekaligus menjadi ajang silaturahmi masyarakat yang saling bersalaman dan bermaaf-maafan setelah salat usai.
Idulfitri pun kembali mengingatkan umat bahwa kemenangan sejati bukan hanya setelah menahan lapar dan dahaga selama Ramadan, tetapi juga keberhasilan menjaga hati, mempererat persaudaraan, serta terus menumbuhkan harapan kepada Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. (SM)
Posting Komentar untuk "Khutbah Idulfitri di Masjid Lasinri Barru: Filosofi Sokko dan Silaturahmi Pererat Kebersamaan Umat"