Kakan Kemenag Barru: Jangan Sombong dengan Ibadah Ramadan, Allahu Akbar Mengingatkan Kerendahan Hati


Barru-B88News. Id- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Dr. H. Irman. S. Ag, M.Si., dalam khotbahnya menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum untuk menurunkan ego serta menyeimbangkan kehidupan antara aspek duniawi dan ukhrawi.

Penegasan tersebut, disampaikan  saat bertindak selaku khatib Idul Fitri di Masjid Agung Nurul Iman Barru,  Sabtu 21/03/2026.

Dalam khotbahnya, ia mengingatkan makna kalimat takbir “Allahu Akbar” sebagai pengingat agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan, termasuk atas capaian ibadah selama Ramadan.

Jangan menganggap diri hebat karena puasa atau ibadah kita. Yang Maha Besar hanyalah Allah. Dari situlah kita belajar bahwa segala persoalan hidup menjadi kecil di hadapan kebesaran-Nya,” pesannya

Ia juga mengaitkan nilai-nilai Ramadan dengan etika dalam kehidupan, termasuk dalam tata kelola pemerintahan. Mengutip prinsip bahwa Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya, ia mengingatkan pentingnya profesionalisme serta keadilan dalam menjalankan amanah.

Selain itu, potensi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat juga menjadi sorotan. Selama arus mudik, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial bagi masyarakat.

Menurutnya, integrasi fungsi masjid dengan aktivitas ekonomi seperti UMKM dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mewujudkan praktik beragama yang berdampak nyata.

Menutup khotbahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan bulan Syawal sebagai momentum peningkatan kualitas diri, melanjutkan semangat disiplin, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun selama Ramadan.

Sementara Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, SH. M. Si, mengajak jamaah merefleksikan nilai-nilai Ramadan sebagai bekal menjalani kehidupan ke depan. Menurutnya, Ramadan telah melatih kesabaran, kepedulian, kejujuran, dan amanah—nilai yang seharusnya tetap hidup setelah bulan suci berlalu.

Ia menegaskan, Idulfitri harus dimaknai sebagai momentum memperkuat nilai spiritual dan sosial, selaras dengan falsafah masyarakat Barru: Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge. 

Ini saatnya melebur perbedaan, menghapus sengketa, dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa hakikat Idulfitri bukan pada simbol lahiriah, melainkan pada meningkatnya keimanan dan ketakwaan. Ia optimistis, dengan semangat Yassiberrui dan sinergi pemerintah, ulama, serta masyarakat, berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi bersama.

Memasuki 2026, Pemkab Barru akan memfokuskan pemerataan pembangunan hingga desa, peningkatan kesejahteraan petani, pembenahan infrastruktur, serta penguatan layanan dasar. Ia juga menegaskan komitmen menghadirkan akses pendidikan bagi seluruh anak Barru, termasuk melalui program sekolah gratis.

Menutup sambutan, Bupati mengajak masyarakat mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, serta merawat fasilitas publik seperti videotron sebagai aset bersama. Ia pun menyampaikan ucapan, “Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” sekaligus mengundang masyarakat bersilaturahmi di Rumah Jabatan Bupati. (SM) 




Posting Komentar untuk "Kakan Kemenag Barru: Jangan Sombong dengan Ibadah Ramadan, Allahu Akbar Mengingatkan Kerendahan Hati"