Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di Kabupaten Barru. Malam-malamnya terasa lebih hidup, bukan hanya karena lantunan ayat suci dari masjid-masjid, tetapi juga karena kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Dalam suasana itulah Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menjalani rangkaian Safari Ramadan bersama unsur Formopimda dan jajaran Pemerintah Daerah, berkeliling dari satu masjid ke masjid lain, menyapa warganya secara langsung.
Di beberapa desa, masyarakat bahkan sudah berkumpul sejak menjelang waktu berbuka. Anak-anak berlarian di halaman masjid, sementara para ibu duduk berkelompok menunggu kedatangan rombongan. Ketika mobil bupati tiba, suasana seketika berubah ramai.
“Puang Ina datang !” teriak seorang anak kecil yang berlari ke arah gerbang masjid.
Bagi anak-anak, kehadiran Bupati Barru mungkin belum sepenuhnya mereka pahami sebagai sosok kepala daerah. Di mata mereka, Bupati Barru ini lebih akrab dipanggil sederhana saja: “Andi Ina.” Sapaan polos yang terdengar setiap kali ia menyapa mereka.
Kegembiraan anak-anak itu sering muncul dari hal-hal sederhana. Saat Andi Ina menyempatkan diri membagikan cokelat, wajah-wajah kecil itu langsung berbinar. Tangan-tangan mungil terulur, bukan hanya berharap mendapat cokelat, tetapi juga ingin lebih dekat dengan sosok yang mereka kenal ramah itu.
Kebahagiaan mereka belum berhenti di situ. Beberapa anak kemudian dengan penuh semangat mengeluarkan buku amaliah Ramadan yang mereka bawa. Buku kecil yang berisi catatan ibadah salat, puasa, hingga tadarus yang mereka sodorkan dengan harapan satu: ditandatangani oleh Bupati Andi Ina.
Dengan sabar, Bupati Barru itu melayani permintaan mereka satu per satu. Ia membubuhkan tanda tangan di halaman buku, kadang sambil menanyakan nama sang anak. "Siapa namanya Nak?"."Apa Cita-citanya","Puasakah hari ini?".
Bagi orang dewasa mungkin itu hal kecil, tetapi bagi anak-anak, momen itu terasa sangat istimewa. Mereka tersenyum bangga, bahkan ada yang berlari kembali ke teman-temannya sambil memperlihatkan buku yang kini memiliki tanda tangan “Andi Ina”.
Sementara bagi "Emak Emak" , Andi Ina juga punya tempat tersendiri. Sosoknya yang dikenal sederhana dan komunikatif membuat banyak emak-emak merasa dekat dengannya. Di sela-sela kegiatan,selain "berselfie ria" mereka sering memanfaatkan kesempatan untuk berbincang ringan, dari soal keluarga hingga harapan terhadap pembangunan daerah.
Namun Safari Ramadan selama tujuh malam di tujuh kecamatan se kabupaten Barru bukan sekadar agenda seremonial. Setiap kunjungan menjadi ruang bagi bupati untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.
Dalam salah satu sambutannya, ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat membangun daerah.
“Ramadan mengajarkan kita untuk saling peduli. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pembangunan Barru hanya bisa berhasil jika kita semua ikut terlibat dan saling mendukung,” ujarnya di hadapan jamaah.
Pesan itu disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami masyarakat. Ia juga kerap mengajak warga menjaga persatuan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta mendukung berbagai program pemerintah daerah.
Di beberapa lokasi safari, kegiatan bahkan diawali dengan buka puasa bersama masyarakat. Ratusan warga duduk bersila menikmati hidangan sederhana yang disiapkan bersama. Momen itu menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat, tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat.
Menjelang waktu salat tarawih, masjid sudah dipenuhi jamaah. Bupati turut khusyuk mengikuti salat bersama warga. Bagi masyarakat, pemandangan itu memberi kesan tersendiri, seorang pemimpin yang hadir tidak hanya untuk berbicara, tetapi juga merasakan langsung kehidupan warganya.
Safari Ramadan juga sering diwarnai kejadian-kejadian kecil yang menghangatkan suasana. Anak-anak yang berebut foto bersama, buku amaliah Ramadan yang ditandatangani, hingga ibu-ibu yang bersorak kecil saat bupati menyapa mereka.
Hal-hal sederhana itulah yang membuat Safari Ramadan terasa lebih dari sekadar agenda pemerintahan. Ia menjadi ruang perjumpaan antara pemimpin dan rakyatnya.
Di tengah berbagai pesan pembangunan yang disampaikan, satu hal yang terasa paling kuat adalah kedekatan itu sendiri. Bahwa bagi banyak warga Barru, Andi Ina bukan hanya seorang bupati, tetapi juga sosok yang mereka kenal dan mereka sapa. Bahkan bagi sebagian anak-anak dan emak-emak, ia telah menjadi “idola” mereka di bulan Ramadan.
Dan setiap malam safari ramadan berakhir Bupati dengan tulus mengundang warga berkunjung kerumah jabatan setelah Idul Fitri untuk berbagi kebahagiaan dengan satu harapan yang sama, semoga kebersamaan dan silaturrahmi yang tumbuh di bulan suci ini terus terjaga, sekaligus menjadi energi untuk membangun Barru yang berkeadilan, maju berkelanjutan dan sejahtera lebih cepat. Semoga!!!. (syam m djafar)
Posting Komentar untuk "Ketika Anak-Anak Berteriak “Puang Ina Datang!” : Cerita Hangat Safari Ramadan Bupati Barru"