Kawal Amal Awal Syawal

          Oleh: Syahriadi Al-Bugisyi

Satu pekan telah berlalu sejak gema takbir memuncak di cakrawala. Kini, keriuhan lebaran mulai mereda, aroma hidangan khas Idulfitri perlahan memudar, dan rumah-rumah kembali sunyi karena para tamu telah pulang ke peraduan masing-masing. 

Di titik inilah, "Kawal Amal Awal Syawal" bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah ujian kesetiaan yang sunyi.
Setelah sepekan berjalan di bulan Syawal, kita seringkali merasa seperti pengelana yang baru saja keluar dari oase yang sejuk menuju padang pasir yang terik. Ramadhan, dengan segala kemudahannya untuk taat, telah benar-benar menjauh. Kini, saat pintu-pintu surga tak lagi dibuka secara khusus dan belenggu setan telah dilepaskan, kita berdiri sendirian menghadapi cermin diri yang telanjang.

Mengawal amal setelah sepekan Syawal adalah tentang keberanian untuk tetap sujud ketika suasana tak lagi mendukung. Ia adalah tentang menahan diri dari ghibah saat berkumpul kembali dengan teman sejawat, tentang menjaga pandangan di tengah hiruk pikuk dunia, dan tentang menjaga basahnya lidah dengan zikir di sela-sela kesibukan kerja yang mulai menumpuk.

Jika sepekan ini kita masih mampu menjaga salat rawatib, jika jemari kita masih rindu menyentuh lembaran mushaf meski tak ada target khatam yang mengejar, dan jika hati kita masih merasa "sakit" saat tertinggal salat berjamaah, maka itulah tanda bahwa cahaya Ramadhan tidak sekadar mampir, tapi telah menetap dan membangun rumah di dalam dada kita.

Satu pekan ini adalah pertaruhan sesungguhnya. Kita sedang membuktikan kepada Allah dan kepada diri sendiri, apakah tangis kita di malam-malam terakhir Ramadan kemarin adalah air mata taubat yang jujur, atau sekadar emosi sesaat karena suasana yang haru.

Mengawal amal di awal Syawal ini adalah cara kita merawat "bayi spiritual" yang baru lahir dari rahim Ramadhan agar ia tumbuh besar dan kuat menopang kehidupan kita hingga sebelas bulan ke depan.

Sebab, sejatinya perpisahan dengan Ramadhan bukanlah tentang hilangnya kesempatan, melainkan tentang dimulainya pembuktian. Jangan biarkan sisa Syawal berlalu tanpa makna, karena di setiap amal kecil yang kita istiqamahkan hari ini, di situlah ridha Tuhan tetap bersemayam.

Wallahu A'lam Bis-Shawab.

Posting Komentar untuk "Kawal Amal Awal Syawal"