Oleh: Sudarto (Dosen Universitas Negeri Makassar, Jurusan PGSD FIP)
Bayangkan sebuah harta karun tak ternilai yang sudah ribuan tahun tersebar di seluruh penjuru bumi. Ia bukan emas atau permata, melainkan berpa petunjuk sempurna untuk hidup bahagia, menang atas musuh terbesar manusia (iblis), dan membangun peradaban agung, yaitu ajaran Islam, diturunkan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW.
Namun, ironisnya, meski Al-Qur'an dan Al Hadits telah ada sejak 14 abad lalu, sebagian besar umat manusia, termasuk banyak dari kalangan Muslim sendiri yang masih hanya menyimpannya di rak buku atau hafalan mulut saja, jauh dari implementasi atau pengamalan yang komprehensif. Sudah waktunya berubah! Sudah waktunya kita sadar dan mulai mengamalkan ajaran Islam ini secara nyata dalam kehidupan sehari-hari secara bersama-sama. Mulai dari yang paling mudah hingga yang paling kompleks. Ini bukan sekadar kewajiban, tapi senjata ampuh untuk kemenangan umat manusia atas iblis dan para pengikutnya. Saatnya Islam diamalkan secara luas dan mendalam karena ia pembawa cahaya ke seluruh dunia yang gelap gulita.
Mengapa harus sekarang? Karena iblis tak pernah tidur. Ia dan pasukannya terus menggoda, menipu, dan memutarbalikkan fakta agar manusia lalai dan terperosok ke jurang neraka. Dunia yang membenci Islam? Mereka hanyalah korban tipu daya iblis dan setan. Ketahuila, hanya dengan mengamalkan ajaran Islam secara keseluruhan, manusia bisa menang telak, mengalahkan iblis, dan sekaligus membangun peradaban sejati yang adil, makmur, dan abadi. Mari kita mulai perjalanan ini, langkah demi langkah, dari amalan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja hingga yang menuntut ke dalaman jiwa, pemikiran tinggi dan dukungan birokrasi pemerintahan.
Mulai dari yang Mudah: Bangun Fondasi Harian yang Kokoh
Islam itu indah karena tak membebani. Ajarannya dimulai dari hal-hal kecil yang langsung terasa manfaatnya. Coba bayangkan hari dimana kita mulai dengan membaca Al-Qur'an sebentar setelah bangun tidur. Hanya satu halaman, tapi itu seperti minum air segar setelah mengalami dahaga panjang. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat" (HR. Tirmidzi). Ini mudah, kan? Tak perlu jam-jaman, cukup lima menitan. Rasakan bagaimana hati menjadi tenang, pikiran jernih, dan hari kita dipenuhi berkah. Sungguh ajaib!
Selanjutnya, shalat lima waktu. Ini pondasi utama. Banyak yang bilang dirinya sibuk, tapi coba hitung: total shalat sehari hanya sekitar 30 menit. Bandingkan dengan scroll media sosial berjam-jam yang tak terasa telah menyita waktu! Shalat bukan ritual semata, tapi pertemuan serius dan mendalam dengan Sang Pencipta, Allah Azza Wajalla. Saat rukuk dan sujud, kita lepaskan segala beban. Bukankah logis? Sains modern pun membuktikan bahwa shalat dapat mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan fokus: merupakan meditasi terbaik untuk manusia di era modern yang serba sibuk ini. Amalkanlah, dan lihat iblis pun mundur dan lari terbirit-birit karena ia sangat takut pada hamba Allah yang taat, terutama taat dalam sholat ini.
Selanjutnya, coba sunggingkan bibir dan langgengkan senyum dan salam dalam keseharian. Hari ini, senyum dan memulai salam begitu mahal. Seolah tak ada yang mau memulai, sekalipun itu saat berjumpa saudara atau teman sendiri. Padahal, Islam ajarkan agar sapa sesama Muslim dengan "Assalamu'alaikum". Ini amalan ringan tapi dahsyat. Seorang sahabat bertanya pada Rasulullah, "Kebaikanku yang paling utama, apa ya Rasulllah?" Beliau jawab, "Menyapa saudaramu dengan salam" (HR. Muslim). Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota besar, cobalah senyumkan wajah pada siapa saja yang dijumpai: tetangga, rekan kerja, tukang ojek, pengemis jalanan, dan pedagang kaki lima di trotoar. Ini membuka pintu rahmat, mencairkan hati yang keras, dan melemahkan bisikan setan yang suka melihat manusia saling menjauhi dan saling memusuhi sesamanya.
Lalu, amalkna lisan yang positif berenergi. Hindari ghibah (menggunjing), fitnah, atau kata kasar. Hidupkan dzikir sederhana: "Subhanallah", "Alhamdulillah", "Allahu Akbar" setelah shalat dan juga sesudah sholat. Ini seperti vaksin harian melawan godaan iblis. Mudah, murah, tapi efeknya luar biasa: hati bersih dan energi positif mengalir dahsyat terus.
Naik Level: Amalan Sedang yang Ubah Pola Hidup
Setelah fondasi kuat, saatnya amalan “sedang” yang bentuk karakter. Mulai langgengkan tolong menolong: bantu saudara yang kekurangan, bayarkan UKT anak saudara atau anak tetangga yang lagi kesulitan keuangan untuk bayar uang kuliah, bagikan pakaian pada anak-anak miskin, dan doakan orang-orang kaya agar selalu peduli pada yang kekurangan.
Jaga kesinambungan silaturahmi. Telepon orang tua seminggu sekali atau kunjungi langsung, datangi kerabat dan gembirakan. Rasulullah bersabda, "Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturahmi" (HR. Bukhari-Muslim). Ini sulit? Tidak, cukup by WhatsApp atau datang langsung.
Hasilnya? Rezeki datang dari arah tak terduga, keluarga harmonis, dan setan pun kehilangan pegangan dalam memecah-belah manusia.
Tantangan Besar: Amalan Kompleks untuk Jihad Diri dan Peradaban
Kini, masuk ranah kompleks yang butuh komitmen total. Amalkan isi Al-Qur'an holistik secara bertahap, bukan hanya hafal. Mulai amalkan satu ayat sehari. Qur'an bukan buku biasa; ia obat segala penyakit, termasuk jauhkan diri dari bisikan iblis. Orang yang selalu membaca dan mengamalkan isi Al-Qur'an akan dilindungi malaikat (QS. An-Nahl: 98). Bayangkan hidup dengan Qur'an di hati dan pengamalan di lapangan; setiap keputusan jadi tepat, seperti GPS ilahi. Jihad akbar: perang melawan nafsu.
Hindari amarah, pikiran jahat untuk maksiat atau pikiran negatif untuk korupsi dan memperkaya diri secara haram. Ganti dengan dakwah dan amar ma'ruf nahi mungkar. Bagikan ilmu Islam lewat obrolan ringan, medsos, aksi sosial, artikel dan buku. Bangun masjid dan penghuninya, dirikan sekolah Islam yang mengamalkan ajaran Islam kaffah, bangun usaha perbankan halal bebas riba. Ini puncak: amalkan Islam untuk suatu peradaban. Lihat sejarah, zaman Khalifah Umar: Islam bangun kerajaan adil dari nol. Hari ini, terapkan ajaran Islam dimana saja: di rumah tangga, di kantor, dan di masyarakat. Bangun ekonomi syariah, pendidikan syariah, politik berbasis Al-Qur'an/syariah dan pemerintahan syariah. Logis dan terbukti: negara dengan syariah kuat minim korupsi, selalu damai, dan berkemakmuran.
Mengapa Islam? Karena Ini Kemenangan Mutlak Manusia atas Iblis
Islam logis, bisa dibuktikan. Sains konfirmasi mukjizat Qur'an seperti embriologi (QS. Al-Mu'minun: 12-14) atau ekspansi alam semesta (QS. Adz-Dzariyat: 47). Tapi lebih dari itu, mengamalkan ajaran Islam berarti kemenangan mutlak makhluk bernama manusia atas iblis dan pengikutnya. Iblis bersumpah akan terus tipu anak cucu Adam (QS. Al-Hijr: 39-40). Pengikutnya? Seluruh dunia yang membenci Islam: media yang hitamkan berita keislaman, politisi atau usahawan yang larang hijab, budaya yang glorifikasi kemaksiatan. Mereka tak sadar bahwa mereka semua jadi pion pion setan.
Sadarlah, saudaraku semua! Hanya Islam yang beri formula lengkap: iman, ibadah, akhlak, muamalah. Mari amalkan bersama dan kemenangan pun kita raih: pribadi bahagia, keluarga sakinah, umat kuat, dunia beradab. Iblis pun kalah, surga dunia terwujud dan surga akhirat menanti.
Sudah waktunya bangun. Mulai hari ini, dari shalat tepat waktu, tolong menolong, saling sapa dan salam hingga naik haji ke baitullah dan penyelenggaraan pemerintahan syariah kita bangkitkan Islam ini. Sebarkan pesan ini. Islam bukan agama dengan pandangan masa lalu, ia solusi masa kini dan abadi. Mari amalkan secara luas dan mendalam. Kemenangan pun di pelupuk mata menanti! (*)
Posting Komentar untuk "Sudah Waktunya Bangun, Wahai Umat Islam! Amalkan Ajaran Ilahi untuk Hancurkan Kerajaan Iblis"