Andi Ina - Abustan : Setehun Menjaga Harapan di Tengah Keterbatasan

Hari ini, tanggal 20 Februari 2026 bukan sekadar penanda genap satu tahun kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari dan Abustan Andi Bintang sebagai Bupati dan Wakil Bupati Barru. Tanggal itu juga adalah Hari Jadi Kabupaten Barru, sebuah momentum refleksi, sekaligus titik tolak meneguhkan arah perjalanan ke depan.

Setahun lalu, kepemimpinan ini dimulai dalam situasi yang tidak ringan. Defisit anggaran sekitar Rp40 miliar membayangi langkah awal perjalanan. Angka yang bagi banyak daerah mungkin cukup untuk memilih berhati-hati, bahkan menahan gerak. Namun Barru memilih bergerak.

Melalui kebijakan efisiensi yang selaras dengan arah pemerintah pusat, Barru melakukan penataan besar-besaran. 

Melalui kebijakan efisiensi yang selaras dengan arah pemerintah pusat, Barru melakukan penataan besar-besaran. Efisiensi anggaran mencapai Rp133 miliar membuat belanja daerah dirapikan, prioritas dipertajam, dan disiplin fiskal ditegakkan. Keputusan-keputusan penting diambil bukan demi popularitas, melainkan demi keberlanjutan. Setiap rupiah diuji manfaatnya, setiap program ditimbang dampaknya.

Perlahan, hasilnya mulai terlihat. Sektor pertanian dan perkebunan tumbuh, lahan-lahan produktif kembali digerakkan, distribusi pupuk diperkuat, dan pasar rakyat kembali bergairah. Angka kemiskinan berhasil ditekan, sebuah capaian yang lahir dari kerja terukur di tengah tekanan fiskal yang tidak sederhana.

Di saat yang sama, komunikasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat. Sinergi dan lobi dilakukan secara intensif dan terarah. Upaya itu membuahkan hasil besar, lebih dari Rp400 miliar dana pusat berhasil dihadirkan ke Barru untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan, penguatan sektor pertanian dan perkebunan melalui bantuan bibit dan alat pertanian, serta peningkatan layanan kesehatan dan layanan publik lainnya. Kepercayaan itu tidak datang begitu saja, tetapi melalui kesiapan dan keseriusan daerah dalam menata diri. 

Di antara berbagai capaian tersebut, ada satu langkah yang paling monumental yakni hadirnya Sekolah Rakyat yang  merupakan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yang tidak semua kabupaten mendapatkannya. Untuk menjadi bagian dari program strategis nasional tersebut dibutuhkan kesiapan, komitmen, serta kemampuan membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat. Dan Barru menjadi salah satu daerah yang dipercaya.

Di tengah kondisi fiskal yang menantang, keberhasilan menghadirkan Sekolah Rakyat menjadi simbol kepercayaan sekaligus keberpihakan. Kepercayaan dari pemerintah pusat kepada daerah. Dan keberpihakan pemerintah daerah kepada warganya, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah jembatan harapan. Di ruang-ruang belajar itulah masa depan Barru sedang dipersiapkan. Anak-anak yang mungkin lahir dari keterbatasan ekonomi keluarganya, tetapi tidak boleh dibatasi dalam cita-cita.

Satu tahun kepemimpinan A. Ina–Abustan menunjukkan bahwa krisis tidak selalu berujung pada kemunduran. Dengan tata kelola yang disiplin, koordinasi yang kuat, dan keberanian mengambil keputusan, keterbatasan justru dapat menjadi momentum untuk melompat lebih jauh.

Dari defisit menuju efisiensi. Dari tekanan menuju pertumbuhan. Dan dari keterbatasan menuju hadirnya Sekolah Rakyat.

Di tanggal Hari Jadi Kabupaten Barru ke-66 ini, pesan itu terasa semakin kuat.  Barru tidak hanya bertahan tetapi Barru saat ini sedang menata masa depan. (syam md)

Posting Komentar untuk "Andi Ina - Abustan : Setehun Menjaga Harapan di Tengah Keterbatasan"