Oleh: Syahriadi Al-Bugisyi.
Puasa bukan sekedar jeda antara lapar dan kenyang, melainkan sebuah perjalanan batin untuk menemukan kembali jati diri seorang hamba. Di balik kerongkongan yang kering dan perut yang menahan, sedang berlangsung proses pembakaran ego dan pemurnian niat.
Setiap detik menahan diri adalah latihan muroqobah, sebuah kesadaran mendalam bahwa mata Tuhan tak pernah terpejam meski kita berada di ruang paling sunyi. Di sinilah taqwa tumbuh; bukan karena paksaan hukum manusia, melainkan karena cinta dan rasa takut yang tulus kepada Sang Khalik.
Melalui puasa, kita belajar bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada kemampuan memuaskan keinginan, melainkan pada keberanian untuk mengendalikannya. Rasa lapar yang merambat pelan menjadi pengingat akan kerentanan manusia, sekaligus jembatan empati bagi mereka yang hidup dalam serba kekurangan.
Pada akhirnya, puasa membentuk insan yang bertaqwa, pribadi yang kokoh menjaga prinsip, lembut dalam berbagi, dan senantiasa merasa dekat dengan Tuhannya di setiap helaan napas.
02 Ramadhan 1447 H / 20 Pebruari 2026 M
Posting Komentar untuk "Madrasah Kesabaran: Menempa Jiwa Menuju Taqwa"