Barru B88News. Id— Ketika sebuah foto kegiatan Polres Barru muncul di layar ponsel masyarakat, jarang ada yang bertanya, siapa yang mengambilnya, siapa yang memilih sudutnya, dan siapa yang menyusun kata-kata agar informasi itu terasa jujur dan menenangkan.
Padahal, di balik setiap unggahan dan rilis yang dibaca sepanjang tahun 2025, ada seorang polisi yang bekerja dalam diam, dia adalah Bripka Muhammad Rizal.
Dalam setiap kegiatan, Rizal tidak selalu berada di tengah keramaian. Ia sering berdiri sedikit ke samping, mengamati, menunggu momen yang tepat sebelum menekan tombol kamera. Di sanalah ia belajar bahwa sebuah peristiwa bukan hanya soal apa yang terjadi, tetapi bagaimana ia diceritakan.
Bagi Rizal, dokumentasi bukan sekadar tugas, melainkan cara merawat kepercayaan.
Sebagai Ps. Kasubsi Pengelola Informasi, Dokumentasi, dan Multimedia (PIDM) Polres Barru, hari-harinya diisi dengan layar, lensa, dan tenggat waktu. Namun di balik rutinitas itu, ada tanggung jawab yang jauh lebih besar, yaitu memastikan masyarakat tidak hanya tahu apa yang dilakukan polisi, tetapi juga merasa dekat dan aman dengan kehadiran mereka.
Ia paham betul, satu kalimat yang keliru bisa menimbulkan jarak, sementara satu narasi yang jujur mampu menumbuhkan empati. Karena itu, setiap rilis disusun dengan kehati-hatian, setiap foto dipilih dengan pertimbangan rasa. Rizal ingin publik melihat polisi sebagai manusia yang bekerja, bukan sekadar institusi yang memerintah.
Kerja ikhlasnya tidak luput dari pantauan pimpinan sehingga di penghujung tahun 2025 Rizal mendapat kejutan yang tak ia duga. Diantara barisan apel di halaman Mapolres Barru, namanya dipanggil. Di hadapan rekan-rekannya, Rizal melangkah maju menerima piagam penghargaan langsung dari Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap.
Momen singkat itu menjadi penanda bahwa kerja sunyi yang selama ini ia jalani akhirnya mendapat ruang untuk diakui.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya mengelola dokumentasi strategis Polri secara profesional dan konsisten membangun narasi positif yang mendekatkan Polres Barru dengan masyarakat.
Namun bagi Rizal, penghargaan itu lebih dari sekadar piagam, ia adalah pengingat bahwa kerja dengan hati selalu menemukan jalannya.
Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, menyebut apa yang diraih Rizal dan 13 personel lainnya sebagai hasil dari penilaian objektif pimpinan terhadap dedikasi anggotanya.
“Bripka Rizal menunjukkan bahwa kehumasan bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi tentang membangun kepercayaan. Ia merawat hubungan Polri dengan masyarakat melalui cerita yang jujur dan bertanggung jawab,” tutur Kapolres.
Di tengah dunia digital yang bergerak cepat dan sering tanpa jeda, Rizal tetap memilih berjalan perlahan, menjaga akurasi, merawat empati, dan menyusun cerita dengan nurani. Ia mungkin tak dikenal banyak orang, tetapi lewat karyanya, Polres Barru hadir lebih dekat dalam kehidupan masyarakat.
Karena di balik setiap informasi yang menenangkan, selalu ada manusia yang bekerja dengan sepenuh hati. Dan bagi Bripka Muhammad Rizal, itulah makna pengabdian yang sesungguhnya.(syam)
Posting Komentar untuk "Kisah Bripka Rizal, Penjaga Cerita Polres Barru. "