BARRU —B88News.id- Polres Barru memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan mengikuti Analisis dan Evaluasi (Anev) Mingguan Sitkamtibmas terkini jajaran Polda Sulawesi Selatan secara daring, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.40 WITA di Aula Wira Bhakti Satria Polres Barru, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, tersebut dipimpin langsung Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum.
Anev diikuti jajaran Polda Sulsel dan seluruh satuan wilayah sebagai forum untuk membaca perkembangan situasi kamtibmas, mengevaluasi langkah yang telah dilakukan, sekaligus memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dari Polres Barru, kegiatan diikuti Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., Wakapolres Barru Kompol Hardjoko, S.H., M.H., Kabag SDM Polres Barru Kompol Supriyanto, serta para Kasat dan Kasi Polres Barru.
Dalam arahannya, Wakapolda Sulsel menegaskan bahwa pola kerja kepolisian harus semakin mengedepankan deteksi dini, pencegahan dan respons cepat.
Menurutnya, perkembangan situasi di tengah masyarakat harus dipantau secara berkelanjutan. Polisi dituntut mampu membaca potensi gangguan sejak awal, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum situasi berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Jangan sampai kita mengetahui perkembangan situasi setelah kejadian terjadi. Deteksi dini, pemantauan dan koordinasi harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan jajaran agar tidak menjadikan penanganan setelah kejadian sebagai pola utama. Setiap informasi mengenai potensi aksi kelompok maupun individu yang dapat mengganggu kamtibmas harus segera dianalisis dan ditindaklanjuti.
Penekanan serupa disampaikan Dir Intelkam Polda Sulsel Kombes Pol. Hajat Mabrur Bujangga, S.H., S.I.K., M.M.
Jajaran Intelkam diarahkan meningkatkan kegiatan deteksi dini, penggalangan dan koordinasi terhadap perkembangan kelompok maupun pihak-pihak yang berpotensi melakukan aksi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
Setiap isu yang berkembang di tengah masyarakat juga diminta menjadi perhatian, termasuk potensi keterlibatan kelompok anarko maupun kelompok lainnya yang dapat memicu gangguan kamtibmas.
Informasi sekecil apa pun yang diperoleh personel di lapangan diminta segera dilaporkan secara berjenjang dan dikoordinasikan. Dengan demikian, setiap potensi gangguan dapat direspons secara cepat, tepat dan terukur.
Sementara itu, Karo Ops Polda Sulsel Kombes Pol. Djoko Purnomo, S.I.K., M.H., memberikan sejumlah penekanan terkait kesiapan operasional jajaran.
Salah satu perhatian utama adalah akurasi dan ketepatan waktu dalam penginputan data, termasuk sinkronisasi data operasional antara aplikasi DORS dengan pelaporan manual.
Dalam evaluasi perkembangan aksi unjuk rasa, tercatat 79 rencana aksi, dengan 29 aksi terlaksana dan 50 aksi dibatalkan.
Data tersebut menjadi perhatian jajaran untuk terus memantau perkembangan isu yang berkembang serta mengantisipasi potensi konflik maupun gangguan kamtibmas yang dapat muncul di masing-masing wilayah hukum.
Kondisi cuaca dan lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga menjadi perhatian dalam Anev.
Jajaran kepolisian diminta meningkatkan pemantauan dan deteksi dini terhadap wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Langkah pencegahan harus dilakukan lebih awal dengan melibatkan koordinasi bersama instansi terkait dan masyarakat.
Selain itu, kesiapsiagaan pelayanan masyarakat melalui Polisi 110 turut mendapat penekanan. Setiap laporan masyarakat harus dipastikan dapat diterima, direspons dan ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan profesional.
Para Kapolres juga diingatkan agar setiap kasus menonjol segera dilaporkan secara berjenjang, sehingga pimpinan dapat mengambil langkah penanganan dan keputusan secara cepat sesuai kondisi di lapangan.
Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap bersama jajaran mengikuti seluruh rangkaian Anev dengan seksama.
Bagi Polres Barru, Anev tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi perkembangan situasi keamanan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan seluruh personel menghadapi berbagai potensi gangguan.
Polres Barru menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar bertindak setelah gangguan terjadi, tetapi memperkuat pencegahan sejak dini, pemetaan potensi kerawanan, respons cepat, koordinasi lintas fungsi dan pelayanan publik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga wilayah Kabupaten Barru tetap aman, kondusif dan terkendali, sekaligus memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan masyarakat dalam setiap situasi.(syam)
Posting Komentar untuk "Polres Barru Perkuat Deteksi Dini dan Respons Cepat Hadapi Potensi Gangguan Kamtibmas "