Barru-B88News.id- Tak ada yang benar-benar siap menerima kejutan. Apalagi ketika angka yang tertera dikupon doorprize yang dia pegang sendiri tiba-tiba disebut di hadapan ratusan orang.
Heriyani hanya bisa tersenyum sembari menahan haru. Tangannya spontan menutup dada, seolah memastikan bahwa apa yang baru saja didengarnya bukanlah mimpi.
Di tengah kemeriahan Jalan Santai Hari Koperasi Nasional ke-79 tingkat Kabupaten Barru di Alun-Alun Colliq Pujie, Minggu (12/7/2026), perempuan 54 tahun itu dinyatakan sebagai penerima hadiah utama berupa satu unit sepeda listrik.
Tepuk tangan menggema ketika Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyerahkan hadiah sepeda listrik kepada Heriyani. Wajah Heriyani berbinar. Rasa syukur tak henti terucap dari bibir Aparatur Sipil Negara yang sehari-hari mengabdikan diri sebagai Kasi Trantib Kelurahan Tuwung itu.
Bagi Heriyani, sepeda listrik bukan sekadar hadiah undian. Kendaraan itu adalah kemudahan untuk menjalani rutinitas yang selama ini ia lakoni dengan penuh dedikasi.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sepeda ini akan saya gunakan untuk berangkat ke kantor, ke masjid, juga ke pasar. Sangat membantu aktivitas saya sehari-hari," tuturnya dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.
Ucapan itu kedengarannya mungkin sederhana, tetapi sarat makna. Di usianya yang tak lagi muda, hadiah tersebut menjadi penyemangat baru untuk tetap menjalani pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memudahkan setiap langkah dalam menjalankan aktivitas dan ibadah.
Di balik kebahagiaannya, Heriyani tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79.
"Terima kasih kepada panitia Hari Koperasi Nasional ke-79, kepada Ibu Bupati, Bapak Wakil Bupati, dan Ibu Kepala Dinas Koperasi. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena memberi kebahagiaan dan manfaat bagi masyarakat," ucapnya tulus.
Di tengah riuh rangkaian perayaan Hari Koperasi, kisah Heriyani menjadi satu dari sekian banyak cerita yang menghangatkan suasana. Sebab terkadang, kebahagiaan tak selalu lahir dari sesuatu yang mewah.
Ia bisa hadir dari sebuah hadiah sederhana yang mampu meringankan langkah, mendekatkan seseorang pada tempat pengabdiannya, mengantarnya ke rumah ibadah, dan menemani perjalanan pulang ke rumah.
Hari itu, Heriyani pulang bukan hanya membawa sebuah sepeda listrik. Ia membawa senyum, rasa syukur, dan keyakinan bahwa setiap rezeki akan menemukan pemiliknya pada waktu yang telah ditentukan. (syam)
Posting Komentar untuk "Senyum Heriyani , Ketika Sepeda Listrik Menjadi Penyemangat Pengabdian"