Catatan Panen Udang Vaname di Barru
Di bawah terik matahari yang menyinari kawasan pesisir, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Abustan A. Bintang bersama rombongan tampak kompak berjalan menuju sebuah tambak udang vaname.
Bukan sekadar kunjungan seremonial, keduanya turun langsung menyaksikan sekaligus ikut memanen hasil budidaya yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
Panen berlangsung di areal tambak milik H. Nahnu dan Hj. Marwah, tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha budidaya perikanan di wilayah tersebut.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Barru terhadap sektor perikanan budidaya yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Perjalanan menuju lokasi tambak pun menjadi bagian dari cerita kebersamaan hari itu. Bupati dan Wabup berjalan kaki sekitar 0,5 kilometer menyusuri pematang tambak sebelum tiba di lokasi panen. Dengan penuh antusias, keduanya ikut memanen udang menggunakan pukat bersama para petambak.
Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Tawa dan canda sesekali terdengar saat jaring diangkat, memperlihatkan hasil panen udang vaname yang siap dipasarkan. Momen tersebut semakin terasa dekat ketika Bupati dan Wabup turut menikmati hasil panen bersama warga di permukiman sekitar tambak.
Di sela kegiatan, Bupati Andi Ina menyebut panen tersebut menjadi bukti nyata besarnya potensi sektor perikanan budidaya di Kabupaten Barru. Ia bahkan berdialog langsung dengan Wakil Bupati Abustan dan petambak mengenai hasil produksi dan prospek usaha tambak yang dikelola masyarakat.
“Luas tambak 2,5 hektare, hasil panen mencapai 4,3 ton. Dengan harga Rp63 ribu per kilogram di tingkat lapangan, total nilai panen mencapai sekitar Rp270 juta per siklus,” ungkap Wabup Abustan saat menjelaskan capaian budidaya tersebut.
Data tersebut semakin menunjukkan bahwa budidaya udang vaname memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan. Apalagi, masa pemeliharaan yang relatif singkat membuat perputaran usaha berlangsung lebih cepat dibandingkan sejumlah komoditas lainnya.
“Masa budidayanya hanya sekitar 2,5 bulan dengan modal kurang lebih Rp120 juta. Keuntungannya bisa mencapai sekitar Rp150 juta per siklus. Ini menunjukkan usaha udang vaname sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik,” ujar Bupati Andi Ina.
Usai panen, Bupati dan Wakil Bupati meninjau langsung proses pemilahan hasil tangkapan sebelum dipasarkan. Mereka menyaksikan bagaimana udang dipisahkan berdasarkan ukuran dan kualitas agar memiliki nilai jual yang lebih baik.
Aktivitas tersebut menunjukkan keseriusan pengelolaan tambak yang tidak hanya menghasilkan komoditas unggulan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar.
Dari tambak yang sederhana itu, tersimpan harapan besar bagi kemajuan sektor perikanan Barru. Ketika pemerintah hadir langsung di tengah para pelaku usaha dan masyarakat, yang dipanen bukan hanya udang vaname, melainkan juga optimisme akan masa depan ekonomi pesisir yang semakin sejahtera.
Saat Bupati dan Wabup pamit, matahari mulai miring. Yang tertinggal bukan hanya ember berisi udang. Yang tertinggal adalah rasa: bahwa pemerintah tidak jauh. Bahwa harapan tidak kosong.
Di tambak sederhana itu, Barru sedang memanen lebih dari sekadar udang. Barru sedang memanen keyakinan bahwa kerja keras, kalau dikelola baik dan dikawal bersama, akan selalu punya rasa manisnya sendiri.(syam m djafar)
Posting Komentar untuk "Kompak di Tambak, Bupati dan Wabup Panen Optimisme Bersama Petambak"