Senin, 25 Mei 2026, sebanyak 35 calon yang merupakan putra-putri terbaik desa akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa serentak di 12 desa di Kabupaten Barru.
Momentum ini diharapkan melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang mampu membawa perubahan, menjaga persatuan, serta bekerja demi kepentingan masyarakat dan menjadi cerminan kedewasaan demokrasi di tengah masyarakat.
Seluruh calon kepala desa telah menyampaikan visi, misi, dan berbagai program kepada masyarakat. Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan warga untuk menilai gagasan mana yang paling rasional, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan desa.
Pilkades bukan hanya soal popularitas ataupun kedekatan emosional, melainkan tentang menentukan arah pembangunan desa untuk beberapa tahun ke depan.
Karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan pertimbangan yang matang dalam memilih, dengan melihat kapasitas, komitmen, rekam jejak, serta kemampuan calon dalam merealisasikan program yang ditawarkan.
Salah memilih bukan hanya berdampak sesaat. Desa bisa kehilangan momentum pembangunan, sementara masyarakat harus menanggung konsekuensinya dalam waktu yang panjang. Terlebih, masa jabatan kepala desa kini mencapai delapan tahun. Artinya, satu suara yang diberikan hari ini akan sangat menentukan masa depan desa ke depan.
Perbedaan pilihan dalam kontestasi politik merupakan hal yang wajar. Dukungan, semangat, hingga perdebatan adalah bagian dari dinamika demokrasi. Namun semua itu hendaknya tetap berada dalam koridor persaudaraan dan kebersamaan sebagai sesama warga desa.
Pilkades sejatinya bukan ajang memutus silaturahmi, melainkan ruang untuk menghadirkan gagasan terbaik demi kemajuan desa. Siapa pun yang nantinya terpilih, kemenangan sesungguhnya adalah ketika masyarakat tetap rukun, aman, dan saling menghargai setelah proses demokrasi selesai.
Di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan, masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Gunakan hak pilih dengan hati nurani, demi kepentingan bersama dan kemajuan desa.
Aparat keamanan, panitia, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen desa memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana tetap kondusif agar Pilkades berlangsung damai, jujur, dan bermartabat.
Besok, pilihan boleh berbeda. Namun setelah itu, desa harus kembali menjadi rumah bersama. Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukan sekadar siapa yang menang, melainkan bagaimana desa dapat terus melangkah maju tanpa kehilangan persatuan.
Salamakki tapada salama'
Posting Komentar untuk "Sehari Menuju Pilkades: Saat Warga Menentukan Masa Depan Desa"