Barru — B88News.id)- Sore di kawasan jalan Lasawedi Barru, berjalan seperti biasa. Anak-anak bermain di pinggir jalan, bercanda dan berlarian menikmati waktu sore. Dari arah Rumah Sakit Barru, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama suami Muh. Yulianto Badwi melintas dengan sepeda usai menjalankan agenda pemerintahan.
Di tengah kayuhan yang santai itu, tiba-tiba terdengar suara riang memecah suasana.
“Andi Ina… Andi Ina…!”
Sekelompok anak kecil melambaikan tangan sambil memanggil namanya. Polos. Lugu. Penuh kegembiraan.
Mungkin bagi anak-anak itu, mereka belum benar-benar memahami bahwa perempuan yang melintas di depan mereka adalah Bupati Barru. Yang mereka kenal hanya satu: Andi Ina, sosok yang wajahnya akrab, yang terasa dekat, dan yang bagi mereka bisa dipanggil begitu saja tanpa rasa canggung.
Mendengar namanya dipanggil, Andi Ina spontan menoleh. Kayuhan sepedanya pelan-pelan berhenti. Ia lalu memutar balik dan menghampiri anak-anak itu.
Wajah-wajah kecil yang tadinya hanya memanggil dari kejauhan mendadak berbinar. Ada yang tersenyum malu-malu, ada yang langsung mendekat. Beberapa meminta berfoto. Yang lain sekadar ingin berada lebih dekat sambil tertawa bersama.
Andi Ina melayani semuanya dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Tidak ada jarak. Tidak ada suasana formal.
Seorang pemimpin yang sore itu hadir begitu dekat di tengah warganya, menjawab sapaan anak-anak dengan cara yang sederhana, berhenti, menyapa, lalu meluangkan waktu.
Di momen singkat itu terlihat hubungan yang tumbuh alami antara pemimpin dan masyarakatnya. Kedekatan yang tak dibangun lewat panggung atau seremoni, tapi lewat hal-hal sederhana, sapaan di pinggir jalan, tawa anak-anak, dan kesediaan untuk berhenti sejenak.
Setelah beberapa foto dan obrolan ringan, Andi Ina kembali mengayuh sepedanya bersama sang suami menyusuri Kota Barru. Anak-anak di Lasawedi pun masih melambaikan tangan dari pinggir jalan.
Sore itu suasananya sederhana. Tapi dari sana terlihat satu hal bagi warga Barru, terutama anak-anak, Andi Ina bukan sekadar seorang bupati, ia adalah sosok yang terasa dekat, mudah ditemui, dan hadir di tengah masyarakatnya. (syam)
Posting Komentar untuk "Di Jalan Lasawedi, Sapaan Polos Anak-Anak Menghentikan Kayuhan Sepeda Bupati Andi Ina"