Dari Candaan Amran hingga Jejaring Pusat: Momen Hangat Andi Ina di Mubes IKA Unhas


Di tengah khidmatnya Opening Ceremony Musyawarah Besar (Mubes) IKA Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar,  Sabtu 2 Mei 2026, ada satu momen yang mengalir ringan, nyaris seperti jeda yang sengaja dihadirkan untuk mengendurkan ketegangan forum.

Bukan agenda resmi, bukan pula sesi yang dirancang. Ia datang dari sebuah panggilan nama dan sepotong guyonan.

Ketua IKA Unhas, Andi Amran Sulaeman yang juga adalah Menteri Pertanian berdiri di podium. Sebelum memberikan sambutan, Amran mengabsen satu per satu undangan, khususnya kepala daerah yang hadir. 

Suasana tertib, para peserta menyimak dengan saksama. Hingga kemudian guliran  nama itu disebut: Andi Ina Kartika Sari, Bupati Barru.

Di kursi saf kedua, di antara barisan bupati dan wali kota, Andi Ina berdiri dan mengangkat wajahnya, merespons singkat, memberi hormat. 

Namun Amran tak berhenti pada sekadar menyebut nama. Dengan nada santai, ia menyisipkan candaan, menyebut Andi Ina sepintas masih tampak seperti “ABG”—anak baru gede—karena energi dan penampilannya yang awet muda.

Ruangan pun pecah oleh tawa. Forum yang semula terasa formal mendadak hangat. Beberapa peserta saling menoleh, sebagian lainnya tersenyum sambil mengangguk, menikmati suasana yang berubah lebih cair.

Namun guyonan itu tak berdiri sendiri. Di baliknya, Amran menyelipkan pengakuan. Ia memuji Andi Ina sebagai kepala daerah yang aktif membangun komunikasi, yang tak segan “ menghadap menteri ” demi memperjuangkan daerahnya. 

Makanya wajar kalau banyak bantuan turun ke Barru,” sebut Amran. 

Di tempat duduknya, Andi Ina menanggapi dengan senyum yang tak berlebihan. Ia tidak membalas dengan canda, melainkan dengan nada yang lebih membumi. 

Alhamdulillah, semua ini untuk Barru. Kami hanya berusaha aktif berkomunikasi dan menjemput peluang agar program pusat bisa hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya kemudian.

Kehadirannya di Mubes itu memang bukan hanya sebagai kepala daerah. Ia datang sebagai bagian dari keluarga besar alumni IKA Fakultas Hukum Unhas. Membawa dua identitas yang bertemu dalam satu ruang: birokrasi dan ikatan emosional almamater.

Ini ruang silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring. Dari sini kita bisa saling mendukung untuk kemajuan daerah masing-masing,” tambahnya.

Momen itu mungkin singkat. Hanya beberapa detik di antara panjangnya rangkaian acara. Tapi di situlah wajah lain dari sebuah forum besar terlihat, bahwa di balik diskusi serius dan keputusan strategis, ada ruang-ruang kecil yang diisi tawa, pengakuan, dan kedekatan.

Dan dari sebuah candaan tentang “ABG”, terselip cerita tentang energi, jejaring, dan cara seorang kepala daerah menjemput peluang untuk daerah yang ia pimpin.(syam) 

Posting Komentar untuk "Dari Candaan Amran hingga Jejaring Pusat: Momen Hangat Andi Ina di Mubes IKA Unhas"