Halal Bihalal KEMAWA Barru: Saat Silaturahmi Menjadi Energi Kebersamaan

Barru —B88News. Id- Di bawah langit yang teduh, Baruga Singkeru Adae di Rumah Jabatan Bupati Barru siang itu terasa lebih hangat dari biasanya. 

Tawa lepas, sapa akrab, dan pelukan penuh rindu menyatu dalam suasana Halal Bihalal Kesatuan Masyarakat Wajo (KEMAWA) Cabang Barru, Ahad (5/4/2026).

 Bukan sekadar pertemuan, ini adalah momen pulang. Pulang pada rasa persaudaraan yang tak pernah benar-benar pergi.Dalam suasana kebersamaan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari hadir bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar itu sendiri.
Ia membuka sambutannya dengan candaan ringan yang mengundang tawa, mencairkan suasana, seolah menegaskan bahwa jarak antara pemimpin dan masyarakat memang tak pernah ada di ruang itu.Namun perlahan, nada bicaranya berubah lebih dalam.

 Ada kebanggaan yang ia titipkan, juga harapan yang ia sematkan. Tentang Wajo, tentang identitas, dan tentang perjalanan panjang yang mengantarkannya hingga berada di titik hari ini.“Berbanggalah orang Wajo,” ucapnya, dengan mata yang menyiratkan keyakinan. Ia mengingatkan bahwa capaian yang diraih hari ini bukanlah kisah seorang diri, melainkan cerita kolektif, tentang doa, dukungan, dan kebersamaan yang terus mengalir dari keluarga besar masyarakat Wajo di Barru.
Di baruga itu, nama-nama tokoh disebut dengan penuh hormat. Para senior, sahabat seperjalanan, hingga mereka yang selama ini bekerja dalam senyap. Semua menjadi bagian dari mozaik perjalanan yang tak terpisahkan. Ada rasa terima kasih yang tulus, yang tak hanya diucapkan, tetapi terasa.

Lebih dari itu, Andi Ina mengajak semua yang hadir untuk kembali mengingat satu hal sederhana namun sering terlupa bahwa membangun daerah bukanlah tugas segelintir orang. Ia adalah kerja bersama, kerja hati, yang hanya akan kuat jika ditopang oleh kebersamaan.
Ia lalu menyebut satu makna yang menggugah: Barru, yang dalam Asmaul Husna dikenal sebagai “Al-Barru”—Maha Baik. Sebuah pengingat bahwa daerah ini sejatinya dibangun di atas nilai kebaikan. Dan kebaikan itu, katanya, hanya bisa dijaga jika semua tetap berjalan bersama. 

Kalau ada orang Wajo mau bikin acara di sini, silakan. Kita ini keluarga besar,” ujarnya, sederhana, namun sarat makna.

Kalimat itu disambut senyum dan anggukan, sebuah tanda bahwa rumah itu memang terbuka, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara hati.Di sisi lain, suara-suara penguat juga datang dari para tokoh KEMAWA.

Ketua Umum KEMAWA Pusat, Andi Bau Sangkawana, mengingatkan bahwa di tanah perantauan, yang paling berharga bukan hanya keberhasilan, tetapi bagaimana nilai-nilai tetap dijaga.

 Sipakatau, sipakange, sipakalabbiri, tiga prinsip yang menjadi nafas kehidupan orang Wajo kembali digaungkan sebagai fondasi kebersamaan.

Sementara itu, Muhammad Yulianto Badwi, Pembina KEMAWA Cabang Barru, yang tidak lain adalah suami Andi Ina Bupati Barru menyampaikan dengan penuh kehangatan bahwa pertemuan seperti ini adalah pengikat yang tak terlihat, namun sangat kuat.

 “Kita ini bersaudara,” katanya singkat, tapi cukup untuk menggambarkan kedekatan yang ada.
Bagi Ketua KEMAWA Barru, Andi Unru, hari itu terasa istimewa. Untuk pertama kalinya, Halal Bihalal digelar di rumah jabatan bupati, sebuah simbol bahwa ruang-ruang pemerintahan kini semakin terbuka bagi masyarakatnya sendiri.

Menjelang akhir acara, doa dipanjatkan. Sunyi sejenak menyelimuti baruga, seolah semua kembali menata harapan masing-masing. Lalu suasana kembali cair—doorprize dibagikan, tawa kembali pecah, dan sesi foto bersama menjadi penutup yang manis.

Di hari itu, Halal Bihalal bukan hanya tentang tradisi. Ia menjelma menjadi ruang temu antara masa lalu dan masa depan, antara identitas dan harapan.
 Dan di tengah semua itu, satu hal terasa jelasbahwa kebersamaan, jika terus dijaga, akan selalu menemukan jalannya untuk menguatkan.(syam md) 

Posting Komentar untuk "Halal Bihalal KEMAWA Barru: Saat Silaturahmi Menjadi Energi Kebersamaan "