Barru —B88News. - Pelaksanaan Shalat Tarawih malam ke-12 Ramadan di Masjid Baiturrahman H. Lawe Zam-Zam Center berlangsung khusyuk dan penuh kebersamaan, Ahad 1/3/2026,
Turut hadir Wakil Bupati Barru Dr.Ir.Abustan Andi Bintang.M.Si yang didampingi Sekretaris Pengurus Masjid Baiturrahman H. Lawe Zam-Zam Center, Fahmid, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barru terlebih dahulu merespons keberadaan Zam-Zam Center yang dinilai sebagai aset strategis bagi daerah. Ia menyampaikan apresiasi atas hadirnya kompleks yang tidak hanya menjadi pusat ibadah melalui masjid, tetapi juga pusat pendidikan, rest area, dan rencana pembangunan rumah sakit.
“Kehadiran Zam-Zam Center di Barru adalah anugerah besar. Ini bukan hanya masjid, tetapi pusat peradaban yang mengintegrasikan ibadah, pendidikan, pelayanan sosial, hingga penguatan ekonomi umat. Insya Allah, dengan rencana pembangunan rumah sakit, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama. Ia mengimbau warga agar menjaga keselamatan diri dan lingkungan serta memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi potensi bencana.
“Dalam situasi cuaca yang tidak menentu, kita perlu saling mengingatkan dan saling menjaga. Pemerintah tentu terus berupaya, tetapi peran masyarakat juga sangat penting,” tambahnya.
Menutup sambutan, Wakil Bupati berharap agar jamaah ikut memanjatkan doa untuk Kabupaten Barru agar senantiasa diberi perlindungan dan keberkahan oleh Allah SWT.
“Semoga Barru menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, dijauhkan dari musibah, masyarakatnya rukun, religius, dan sejahtera,” doanya.
Sementara itu, tausiyah Tarawih disampaikan oleh H. Syahriadi, S.Hi., M.A., Pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Ia mengangkat hadis Rasulullah SAW: “Banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perilaku. Ramadan, menurutnya, adalah madrasah pembentukan karakter dan peningkatan ketakwaan.
“Jika akhlak kita tidak berubah menjadi lebih baik, maka kita perlu mengevaluasi kualitas puasa kita. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa perbaikan diri,” pesannya di hadapan jamaah.(SM)
Posting Komentar untuk "Wabup Barru Sebut Zam-Zam Center Aset Peradaban Umat"