Barru, B88.News — Malam kelima Safari Ramadan 1447H Pemkab Barru yang bertepatan dengan malam ke-20 Ramadan di Mangkoso Kec. Soppengriaja membawa ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Usai shalat tarawih di Masjid Besar AD Dakwah, Senin malam (9/3/2026), langkah Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari tidak langsung meninggalkan masjid. Ia justru berjalan perlahan menuju bagian belakang ruang shalat dilantai 2 Masjid Besar Ad-Dakwah, tempat dimana sebuah Al-Qur’an berukuran besar tersimpan rapi.
Mushaf itu terbentang besar di hadapannya. Lembarannya tebal, huruf-huruf ayat suci tampak jelas seolah mengajak siapa pun yang memandangnya untuk berhenti sejenak dan membaca.
Dengan hati-hati Bupati Andi Ina sambil membaca Basmalah, mencoba membuka halaman demi halaman. Hingga kemudian pandangannya berhenti pada Surah Al-Kahfi, halaman 293 hingga 304.
Ia pun dengan tenang membaca beberapa ayat dengan suara pelan namun jelas.
Jamaah yang berada di sekitar perlahan mendekat, menyimak lantunan ayat yang mengalir dari mushaf raksasa itu. Di malam Ramadan yang hening itu membuat suasana terasa begitu khusyuk.
Setelah itu, Bupati menoleh kepada jamaah yang berdiri di sekelilingnya. Ia kemudian mengingatkan pesan para ulama tentang keutamaan Surah Al-Kahfi yang dianjurkan dibaca pada malam Jumat atau hari Jumat.
“Barangsiapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada malam atau hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at,” ucapnya mengutip sabda Rasulullah SAW dalam salah satu hadist shohih.
Di Mangkoso, Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, lebih dari itu Ia adalah sumber cahaya yang sejak lama menyalakan tradisi ilmu dan dakwah. Malam itu, perjalanan Bupati seakan mengikuti jejak cahaya itu.
Dari mushaf besar di lantai dua masjid, langkah kemudian berlanjut mrnuruni tangga menuju kompleks makam ulama di Mangkoso yang berada dihalaman belakang Masjid. Disini dimakamkan pendiri Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI), diantaranya AG. H. Abd Rahman Ambo Dalle. H.A.M. Yusuf Andi Dagong Petta Soppeng dan AG. H. Amberi Said, sosok ulama yang telah menanamkan benih ilmu bagi ribuan santri dan masyarakat.
Di bawah langit malam 10 terakhir Ramadan yang tenang, Bupati Andi Ina didampingi suaminya, Muh Yulianto Badwi berdiri sejenak di depan makam. Kepalanya tertunduk. Doa dipanjatkan dalam diam. Seolah ada benang halus yang menghubungkan dua tempat yang ia datangi malam itu: Al-Qur’an sebagai sumber cahaya, dan para ulama sebagai penjaga cahaya itu agar terus menyala dari generasi ke generasi.
Di Mangkoso, cahaya itu masih terasa hidup di lembaran mushaf, di doa-doa yang dipanjatkan, dan di jejak ulama yang tak pernah benar-benar pergi. (syam md)
Posting Komentar untuk "Dari Mushaf Raksasa ke Makam Ulama: Malam Ramadan Bupati Barru di Mangkoso"