Dasi Kuning Emas dan Cahaya Harapan di Ruang Pelantikan

Barru- B88News.id- Sabtu itu, suasana Alun Alun Colliq Pujie Barru yang mejadi lokasi pelantikan terasa berbeda. Bukan hanya karena deretan pejabat Eselon II,III dan IV yang berdiri tegap menunggu pengucapan sumpah, tetapi juga karena satu warna yang menyatukan mereka: kuning emas yang melingkar rapi di leher masing-masing, khususnya Pejabat Pimpinan Pratama (eselon II). 

Di balik dasi yang seragam itu, tersimpan pesan yang tak terucap namun terasa kuat. Kuning emas bukan sekadar pilihan estetika. Ia adalah simbol kehormatan, optimisme, dan semangat baru. Warna yang identik dengan cahaya, seolah menjadi pengingat bahwa jabatan adalah lentera, yang harus menerangi, bukan sekadar menghiasi.

Momentum pelantikan dan pengukuhan Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barru berlangsung khidmat dan sarat makna. Satu per satu nama disebut , sumpah diucapkan, dan tanggung jawab baru resmi disematkan. Di kursi undangan, keluarga dan kolega menyaksikan dengan harap yang sama, semoga amanah ini dijalankan dengan sepenuh hati.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menegaskan bahwa pelantikan bukanlah sekadar agenda seremonial yang berhenti pada dokumentasi dan ucapan selamat.

“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya kita mempercepat capaian program prioritas daerah. Saya minta seluruh pejabat yang dilantik untuk langsung bekerja, memperkuat disiplin, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, mudah, dan transparan,” tegasnya.

Nada suaranya lugas, namun sarat dorongan. Ia mengingatkan bahwa tidak ada ruang untuk bekerja biasa-biasa saja.

“Kita harus bergerak lebih terukur, lebih responsif, dan lebih hadir di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Pesan itu seakan menyatu dengan warna kuning emas yang dikenakan para pejabat. Bahwa cahaya optimisme harus dibarengi disiplin. Bahwa semangat baru harus diwujudkan dalam kerja nyata. Menurut Bupati, Loyalitas terhadap aturan dan komitmen pada target kinerja adalah fondasi yang tak bisa ditawar.

Jabatan adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar. Program prioritas harus dikawal dengan serius dan dieksekusi tepat waktu. Masyarakat menunggu hasil kerja kita, bukan sekadar seremonial,” tambahnya.

Pelantikan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi yang terus bergerak. Struktur birokrasi diperkuat agar lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil. Komposisi pejabat yang baru tentunya diharapkan melahirkan energi segar, gagasan yang lebih berani, langkah yang lebih cepat, dan inovasi yang lebih membumi.

Di akhir prosesi, ketika ucapan selamat bersahut-sahutan dan jabat tangan saling menguatkan, dasi kuning emas itu tetap menjadi simbol paling mencolok hari itu. Ia bukan sekadar aksesori, melainkan penanda tekad bersama, menghadirkan pemerintahan yang disiplin dalam bekerja, cepat dalam bertindak, dan tulus dalam melayani.

Sebab pada akhirnya, warna terbaik dari sebuah jabatan bukanlah yang terlihat mata, melainkan yang dirasakan masyarakat dalam setiap pelayanan yang mereka terima.(syam md) 

Posting Komentar untuk "Dasi Kuning Emas dan Cahaya Harapan di Ruang Pelantikan"