Antara Lelah dan Lillah

            Oleh: Syahriadi Al-Bugisyi

Ada sebuah titik di mana euforia Ramadhan mulai mereda. Gema takbir di awal bulan kini berganti dengan kesunyian yang menguji konsistensi. 

Inilah sepertiga perjalanan, fase transisi di mana tubuh mulai merasakan lelah, namun iman dituntut untuk tetap lillah.
Saat Lelah Mulai Menyapa
Kita harus jujur, sepuluh hari pertama seringkali terasa lebih mudah karena didorong oleh semangat baru. Namun memasuki hari ke-11 dan seterusnya, fisik mulai berkompromi. Kantuk saat sahur yang semakin berat, kaki yang mulai pegal saat tarawih, hingga godaan untuk kembali ke kebiasaan lama mulai membayangi. 

Lelah adalah manusiawi. Namun, yang berbahaya adalah ketika lelah itu membuat kita kehilangan arah. Di fase ini, banyak yang mulai "tumbang" dari barisan shaf, bukan karena tidak mampu, tapi karena kehilangan alasan mengapa mereka memulainya. 

Perbedaan antara mereka yang "hanya berpuasa" dengan mereka yang "beribadah" terletak pada satu kata: Niat.
Lelah hanya akan menghasilkan letih dan lapar, sementara Lillah (karena Allah) akan mengubah setiap tetes keringat dan rasa lapar menjadi penggugur dosa. 
Saat kita merasa lelah membaca Al-Qur'an, ingatlah bahwa setiap hurufnya adalah syafaat. Saat kita lelah berdiri di tengah malam, ingatlah bahwa Allah sedang membanggakan hamba-Nya di depan para malaikat. Menjadikan segala sesuatu lillah adalah seni mengubah beban menjadi cahaya.

Kita kini berada di gerbang sepuluh hari kedua, masa di mana ampunan Allah (Maghfirah) dicurahkan seluas samudra. Sungguh ruginya kita jika rasa lelah fisik mengalahkan keinginan kita untuk diampuni. Evaluasi diri kita sederhana: Apakah lelah kita hari ini sudah sebanding dengan pengampunan yang kita harapkan di akhirat nanti?
Jangan biarkan Ramadhan berlalu hanya sebagai ritual tahunan tanpa makna.

 Jika kemarin kita sempat lengah, hari ini adalah waktu yang tepat untuk kembali tegak. Mari peluk rasa lelah itu, bawa ia dalam sujud panjang, dan bisikkan dalam hati: "Ya Allah, lelah ini adalah bukti cintaku pada-Mu. Terimalah ia sebagai penghapus dosaku." 
Wallahu A'lam Bis-Shawab.

11 Ramadhan 1447 H / 01 Maret 2026 M

Posting Komentar untuk "Antara Lelah dan Lillah"