Maros-B88News. Id- Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga hari ketujuh operasi SAR, Jumat, 23 Januari 2026, seluruh korban kecelakaan dinyatakan telah ditemukan. Total 10 korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Tim SAR Gabungan Maros dipimpin oleh Fardi Ali dari Yayasan Bumi Toala Indonesia (YBTI). Sejak awal menerima informasi kecelakaan, Fardi langsung memimpin pencarian, dimulai dari kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros, sebelum bergerak ke Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Dalam proses pencarian, tim SAR Gabungan Maros mendirikan basecamp selama lima hari di Pos 9 Bulusaraung sebagai pusat koordinasi, logistik, serta dukungan peralatan vertical rescue.
Fardi menjelaskan bahwa penemuan korban dilakukan secara bertahap, dengan kondisi jenazah yang berbeda seiring waktu pascakecelakaan:
Hari ke-1 & ke-2: Ditemukan masing-masing satu korban dalam kondisi utuh
Hari ke-3: Ditemukan satu bagian tubuh
Hari ke-6: Ditemukan enam korban dalam kondisi tidak utuh
Hari ke-7: Seluruh korban dinyatakan telah ditemukan
“Total yang kita dapatkan sekarang 10 orang. Enam korban yang ditemukan hari ini berupa bagian tubuh seperti setengah badan, kepala, dan anggota tubuh lainnya,” jelas Fardi.
Untuk proses identifikasi, seluruh jenazah diserahkan sepenuhnya kepada Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polri.
Kondisi cuaca yang cukup mendukung memungkinkan proses evakuasi dilakukan menggunakan helikopter. Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi ditutup.
“Dengan korban sudah lengkap, operasi SAR secara resmi kami nyatakan selesai,” ujar Fardi.
Total 28 personel Tim SAR Gabungan Maros diberangkatkan ke Pos 9 Bulusaraung, terdiri dari berbagai unsur relawan dan aparat, antara lain YBTI, KPE Bantimurung, Jelajah Sulawesi, Banser, Pejalan Maros, Pramuka Peduli, LPA Maros, Kosalam, Polres Maros, dan lainnya.
Selain mengevakuasi korban, tim SAR juga menemukan puing-puing pesawat yang tersebar di sekitar lokasi kejadian.
“Puing berada di sekitar titik penemuan korban. Ada yang berjarak 20–30 meter, bahkan hingga sekitar 50 meter dari titik utama,” tambah Fardi.
Namun demikian, pihak SAR dan Basarnas menegaskan tidak akan berspekulasi terkait penyebab kecelakaan.
“Analisis teknis sepenuhnya menjadi kewenangan KNKT, bukan ranah kami,” tutupnya.(SM)
Posting Komentar untuk "Update Pesawat Jatuh di Bulusaraung: Seluruh 10 Korban Berhasil Ditemukan"