Menjaga Cahaya Ketakwaan Melalui Shalat Lima Waktu.


Barru -B88News. Id- Da'i Nasional, Muh. Irsyad Abdullah, SH. MA melalui mimbar Jumat, berwasiat kepada diri pribadi dan seluruh jamaah agar senantiasa menempatkan takwa sebagai sebaik-baik bekal dalam menjalani kehidupan.

Hal itu disampaikan saat bertindak selaku khatib pada shalat Jumat di Masjid Baiturrahman H. Lawe Zam Zam Centre Barru, Jumat 16/1/2026.

"Hari ini, memiliki nilai sejarah besar bagi umat Islam, mengingat peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dalam peristiwa agung itu, Rasulullah SAW dijemput oleh Malaikat Jibril AS, dibersihkan hatinya, lalu diperjalankan menghadap Allah SWT untuk menerima perintah shalat", katanya. 

Lebih lanjut, Perintah ini katanya bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana penyempurna ketakwaan yang ditanamkan Allah langsung ke dalam hati hamba-Nya.

Rasulullah SAW berpesan agar umatnya menjaga ketakwaan yang berada di dalam hati, karena dari sanalah terpancar cahaya iman. 

"Salah satu cara utama menjaga ketakwaan tersebut adalah dengan menegakkan shalat lima waktu yang diwajibkan sehari semalam",katanya. 

Ia menegaskan bahwa perjuangan Rasulullah SAW dalam menerima perintah shalat sangatlah luar biasa. Dari kewajiban awal lima puluh waktu, Rasulullah SAW berulang kali memohon keringanan hingga ditetapkan menjadi lima waktu, dengan pahala tetap setara lima puluh. Semua itu demi kasih sayang beliau kepada umatnya hingga akhir zaman.

Namun demikian, khatib Irsyad mengingatkan bahwa fenomena saat ini menunjukkan masih banyak umat Islam yang mengaku beriman, mencintai Allah dan Rasul-Nya, tetapi lalai dalam menunaikan shalat. Masjid-masjid berdiri megah, namun belum sepenuhnya dipenuhi oleh jamaah yang menjaga shalat tepat waktu.

Allah SWT, lanjut khatib, tidak meminta harta, pangkat, maupun kedudukan manusia. Yang Allah kehendaki hanyalah penghambaan diri, yang salah satu wujud utamanya adalah melalui shalat. Shalat bukan untuk Allah, melainkan untuk kebaikan manusia itu sendiri, sebagai jalan menuju keselamatan dan surga-Nya.

Sebagai penegasan, khatib menyampaikan bahwa shalat adalah kunci surga. Siapa yang menjaga shalat lima waktunya, maka Allah akan membukakan pintu surga baginya. Oleh karena itu, seberat apa pun keadaan, sekaya atau sesulit apa pun kehidupan, shalat harus tetap ditegakkan, karena shalatlah yang menjadi pembeda utama seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Menutup khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah agar tidak menyia-nyiakan perintah shalat. Sebab shalatlah yang menjaga cahaya ketakwaan di dalam hati, hingga kelak ketika ajal menjemput, seorang hamba dimudahkan untuk kembali kepada Allah SWT dan masuk ke dalam surga-Nya.

"Semoga seluruh umat Nabi Muhammad SAW senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga dan menegakkan shalat lima waktu sebagai wujud penghambaan sejati kepada Allah SWT. Aamiin", harap Irsyad diatas mimbar. (SM) 




Posting Komentar untuk "Menjaga Cahaya Ketakwaan Melalui Shalat Lima Waktu. "