Pergantian tahun selalu datang dengan caranya sendiri tanpa riuh, tanpa aba-aba. Ia melintas pelan, meninggalkan jejak yang tak selalu mudah dijelaskan. Ada yang masih terasa perih, ada yang hangat, ada pula yang hanya menyisakan sunyi.
Ketika menoleh ke belakang, tahun 2025 mengajarkan satu pelajaran sederhana namun mendalam, tidak semua rencana harus terwujud, dan tidak semua peristiwa harus kita pahami saat itu juga.
Bukankah Tuhan kerap bekerja dengan cara yang tak selalu kita mengerti, namun selalu tepat pada waktunya?.
Ada doa yang kita panjatkan dengan linangan air mata, namun jawabannya hadir dalam bentuk kesabaran. Ada harapan yang kita kira kandas, padahal sejatinya sedang diarahkan menuju jalan yang lebih baik. Di titik ini, kita belajar pasrah, bukan menyerah.
Pasrah adalah keberanian untuk mengakui bahwa manusia boleh berusaha sekuat tenaga,namun Tuhanlah sebaik-baik penentu arah.
Menjelang 2026, aku tak ingin lagi terlalu banyak menuntut hidup. Aku hanya ingin hati yang tetap terjaga, tetap bersyukur saat diberi, tetap ikhlas saat diambil, dan tetap percaya meski jalan terasa gelap.
Sering kali kita lupa, bahwa lelah pun bagian dari ibadah. Bahwa bertahan dalam kebaikan di tengah dunia yang bising dan tergesa adalah doa yang sedang berjalan.
Jika di tahun lalu aku pernah kecewa, biarlah itu menjadi jembatan untuk lebih dekat kepada-Nya. Sebab tak jarang, Tuhan memanggil kita lewat kehilangan, agar kita ingat ke mana seharusnya hati ini pulang.
Tahun 2026 kusambut dengan satu permohonan sederhana:
Ya Allah, jika Engkau tak mengubah keadaanku, maka ubahlah cara pandangku dalam menjalaninya. Cukupkan aku dengan iman yang menenangkan, sabar yang menguatkan, dan syukur yang tak bergantung pada keadaan.
Selamat datang, 2026. Aku datang bukan dengan keangkuhan rencana, melainkan dengan tangan terbuka dan doa yang panjang.
Semoga setiap langkah berada dalam ridha-Mu dan setiap akhir, selalu kembali kepada-Mu.#
Barru 31 Desember 2025
.*Syam M. Djafar
Posting Komentar untuk "Di Ambang 2026: Mengetuk Pintu Takdir dengan Doa"