Tak Diundang di Konfercab Muslimat NU Barru, Rais Syuriah PCNU Tekankan Pentingnya Etika Organisasi

BARRU– B88News.id- Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Barru yang dikabarkan berlangsung hari ini, Kamis 22 Oktober 2026 menjadi perhatian, menyusul tidak diundangnya Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Barru dalam agenda organisasi tersebut.

Hal itu disampaikan Rais Syuriah PCNU Barru, Dr. H. Irham Jalil Aliah, S.Ag., M.Ag, dalam keterangan tertulisnya yang diterima  Redaksi, Kamis (22/10/2026).

Dalam keterangannya, Ilham berharap Konfercab Muslimat NU Barru berlangsung sesuai dengan ketentuan organisasi, khususnya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Perkumpulan (Perkum), serta tata tertib persidangan yang telah disepakati.

Menurutnya, pemahaman terhadap aturan organisasi merupakan hal mendasar agar pelaksanaan konferensi tidak menyimpang dari mekanisme dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.Ia mengingatkan bahwa tidak dikuasainya aturan organisasi terkadang menjadi penyebab terabaikannya ketentuan yang seharusnya menjadi pedoman bersama.

“Konferensi Cabang Muslimat NU Barru sejatinya menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat organisasi ke depan, dengan bergandengan tangan mewujudkan organisasi yang kuat dan solid,” demikian harapannya.

Ilham juga menekankan pentingnya memilih ketua yang benar-benar memiliki keteladanan, rekam jejak yang baik di tengah masyarakat, serta mampu menjadi rujukan bagi kaum ibu.

Menurutnya, kepemimpinan yang berintegritas dan bersahaja menjadi salah satu kunci untuk mengantarkan Muslimat NU Barru menjadi organisasi yang berwibawa, dipercaya masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata.

Ia berharap proses pemilihan kepemimpinan dalam Konfercab tidak sekadar menjadi agenda pergantian ketua, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kualitas organisasi dan memperkokoh kebersamaan antarkader.

Selain persoalan kepemimpinan, Rais Syuriah PCNU Barru tersebut berharap kepengurusan Muslimat NU ke depan mampu menyusun program kerja yang realistis dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Program kerja, khususnya di bidang keagamaan, diharapkan tetap berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai pijakan dalam menjalankan peran dan pengabdian organisasi.

Muslimat NU juga diharapkan terus membangun sinergi dengan pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program-program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Bagi Irham, Konfercab seharusnya menjadi ruang konsolidasi, evaluasi, dan perumusan langkah strategis untuk memperkuat peran Muslimat NU, baik dalam pembinaan kehidupan keagamaan maupun dalam pemberdayaan kaum perempuan dan keluarga.

Dikatakan Irham, tidak diundangnya Rais Syuriah PCNU Barru dalam Konfercab Muslimat NU menjadi hal yang patut mendapat perhatian, terutama dalam konteks menjaga komunikasi, etika, dan hubungan kelembagaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Namun, harapan yang disampaikan Ilham tetap menitikberatkan pada pentingnya menjunjung tinggi aturan organisasi, menjaga persatuan, serta mengedepankan ukhuwah dalam setiap dinamika kelembagaan.

Konfercab diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk membawa Muslimat NU Barru menjadi organisasi yang semakin kuat, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebab katanya,  marwah organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi pemimpin, tetapi juga oleh bagaimana proses itu dijalankan: sesuai aturan, menjunjung etika, dan tetap menjaga persaudaraan.(syam) 

Posting Komentar untuk "Tak Diundang di Konfercab Muslimat NU Barru, Rais Syuriah PCNU Tekankan Pentingnya Etika Organisasi "