Di antara 70 anggota Paskibraka yang berdiri tegap di Lapangan Sepak Bola Sumpang Binangae, Barru, Senin (17/8/2026), Arina mendapat tanggung jawab khusus.
Ia dipercaya sebagai pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Barru.
Remaja kelahiran Garessi, 18 Februari 2010, itu menjalankan tugas dengan penuh ketenangan. Setiap langkahnya menjadi bagian dari prosesi sakral pengibaran Sang Merah Putih yang disaksikan para pejabat dan masyarakat yang hadir.
Menjadi satu dari 70 anggota Paskibraka tentu bukan perkara sederhana. Di balik seragam putih yang dikenakannya, ada latihan, kedisiplinan dan tanggung jawab yang harus dijalani. Terlebih, Arina dipercaya membawa baki pada salah satu momen penting dalam prosesi pengibaran bendera.
Putri pasangan Jamaluddin dan Erni itu kini tercatat sebagai siswi SMA Negeri 1 Barru. Di balik ketegapannya sebagai Paskibraka, tersimpan sebuah cita-cita yang ingin diwujudkannya: menjadi reporter atau pembawa berita.
Mimpi itu membuat tugas yang dijalankannya hari itu terasa semakin bermakna. Sebelum kelak berdiri di depan kamera atau memegang mikrofon untuk menyampaikan berita, Arina terlebih dahulu belajar berdiri tegap di hadapan banyak pasang mata.
Ia belajar tentang keberanian, ketenangan, disiplin dan tanggung jawab. Nilai-nilai yang kelak menjadi bekal ketika ia menapaki jalan menuju cita-citanya di dunia jurnalistik.
Ketika Sang Merah Putih akhirnya berkibar di langit Barru, satu babak kecil dalam perjalanan Arina pun terukir. Sebuah kenangan tentang pengabdian dan tanggung jawab, sekaligus langkah awal menuju mimpi yang ingin diwujudkannya.
Dari Lapangan Sumpang Binangae, Arina bukan sekadar membawa baki. Ia membawa kebanggaan orang tua, nama sekolah dan kampung halamannya.
Hari itu, ia turut mengantarkan Sang Merah Putih menuju tiang tertinggi. Dan di balik tugas sederhana yang dijalankannya dengan penuh kebanggaan, tersimpan sebuah mimpi besar untuk suatu hari berdiri di balik mikrofon, menyampaikan berita dan menghadirkan cerita kepada banyak orang.
Dari Garessi, mimpi itu tumbuh. Dari Barru, langkah itu dimulai.(syam m djafar)
Posting Komentar untuk "Arina dan Baki Merah Putih, Sebuah Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar"