BARRU —B88News.id- Sore itu, Alun-Alun Colliq Pujie Barru bukan sekadar ruang terbuka. Ia berubah menjadi panggung kegembiraan. Tawa anak-anak, suara nyanyian, gerak tari dan riuh tepuk tangan berpadu dalam semarak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 Kabupaten Barru, Senin (14/9/2026).
Di tengah suasana itu, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., memilih berada di antara anak-anak. Bukan hanya duduk menyaksikan dari panggung. Ia ikut bernyanyi, mengikuti gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kemudian larut dalam Senam Anak Indonesia Hebat bersama anak-anak TK dan PAUD, didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD.
Sesekali, senyum dan tawa pecah di antara gerakan yang dilakukan bersama. Pemandangan sederhana itu menyampaikan pesan yang jauh lebih besar: pemerintah ingin hadir dekat dengan dunia anak. Bukan hanya melalui kebijakan dan program, tetapi juga melalui ruang yang membuat anak merasa aman, dihargai dan bahagia.
Bagi Bupati Andi Ina, anak-anak bukan sekadar generasi penerus yang harus dipersiapkan untuk masa depan. Mereka adalah bagian dari masa kini yang memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, berprestasi, sekaligus menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.
Karena itu, di balik kemeriahan HAN, ada satu momen yang justru menjadi bagian paling penting: ketika anak-anak Barru menyampaikan suara mereka.
Sebanyak 15 poin Suara Anak Kabupaten Barru diserahkan perwakilan Duta Anak Kabupaten Barru kepada Bupati Andi Ina, didampingi Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si.
Sebelumnya, suara anak dirumuskan melalui musyawarah perencanaan pembangunan anak secara berjenjang. Dari desa dan kelurahan, berlanjut ke tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Di sanalah anak-anak belajar bahwa suara mereka memiliki arti.
Mereka berbicara tentang kebutuhan, harapan dan lingkungan seperti apa yang mereka inginkan untuk tumbuh. Kemudian, suara-suara itu dibawa ke hadapan pemerintah.
Ketika 15 poin aspirasi tersebut diterima Bupati Andi Ina, seolah ada pesan sederhana yang sedang dibangun bersama: anak-anak tidak cukup hanya didengar pada Hari Anak Nasional. Suara mereka harus menjadi bagian dari proses pembangunan.
Bupati Andi Ina bersama Wakil Bupati Abustan menyambut aspirasi itu sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Barru untuk memperkuat partisipasi anak dalam pembangunan.
Harapannya jelas. Anak-anak Barru harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia dan mendukung mereka untuk mengembangkan potensi. Mereka juga harus memiliki ruang untuk berani bermimpi, berkarya dan menyampaikan pendapat.
Sebab, masa depan Barru yang ingin dibangun hari ini pada akhirnya akan menjadi ruang hidup bagi anak-anak tersebut.
Maka, ketika mereka berdiri di panggung HAN, sesungguhnya yang tampil bukan hanya anak-anak dengan bakat menyanyi, menari atau menulis. Yang tampil adalah generasi yang sedang belajar percaya diri, berani bersuara dan mengambil bagian dalam menentukan masa depannya.
Forum Anak Colliq Pujie Kabupaten Barru membuka rangkaian kegiatan dengan Tari 4 Etnis, disusul beragam pertunjukan kreatif dari satuan pendidikan serta Forum Anak Kecamatan, Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Barru.
Ketua Panitia HAN 2026, Ahmad Rizki Aqilah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berpartisipasi dan mengembangkan potensi.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan ruang untuk berekspresi, berpartisipasi dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujarnya.
Keceriaan kemudian berganti dengan kebanggaan ketika Bupati Andi Ina, didampingi Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Barru Children Fest IV.
Beragam kategori mendapat apresiasi, mulai dari nyanyi solo, mendongeng, menari tingkat TK, poster, cipta cepat, hingga FLS2N dan berbagai kategori Forum Anak seperti cerpen anak, ragam karya tulis, media sosial dan inovatif, karya 2D, Forum Anak Kecamatan Teraktif dan Forum Anak Teraktif.
Satu per satu anak menerima penghargaan. Ada yang datang dengan senyum lebar, ada yang tampak malu-malu, tetapi semuanya membawa kebanggaan yang sama: bahwa keberanian untuk mencoba dan berkarya layak dihargai.
Panggung itu akhirnya ditutup dengan Senam Anak Indonesia Hebat oleh siswa UPTD SD Negeri 1 Barru dan jingle “Sapa 129” oleh pengurus Forum Anak Colliq Pujie Kabupaten Barru.
Namun, pesan HAN 2026 tidak ikut berakhir ketika panggung ditutup. Ia tinggal dalam 15 suara yang telah disampaikan anak-anak Barru.
Sebab dari keceriaan itu, ada harapan. Dari tarian dan nyanyian, ada keberanian. Dan dari suara anak-anak yang disampaikan kepada pemerintah, ada masa depan Barru yang sedang mereka titipkan.
Hari itu, anak-anak Barru tidak hanya meminta untuk dirayakan. Mereka ingin didengar. Dan pemerintah memilih untuk mendengarkan. (syam)
Posting Komentar untuk "Di Balik Keceriaan HAN 2026, 15 Suara Anak Barru Menggema"