A. Muh. Rum: Orang Wajo Harus Membawa Manfaat di Tanah Rantau



BARRU —B88News.id- Pembina Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) Cabang Kabupaten Barru, Drs. H. A. Muh. Rum, mengajak warga Wajo yang bermukim di Kabupaten Barru untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Mantan Bupati Barru dua periode itu menyampaikan pesan tersebut saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh pengurus Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) Cabang Kabupaten Barru di Baruga Singkeru Adae, Senin (14/9/2026).

Bagi A. Muh. Rum, menjadi perantau bukan semata-mata tentang mencari penghidupan di tanah orang. Lebih dari itu, perantau harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat, membangun hubungan yang baik dan menghadirkan manfaat di lingkungan tempat tinggalnya.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus mampu berbaur, menghargai dan menghormati masyarakat di tempat kita tinggal,” pesannya.

Ia menilai Kabupaten Barru, meskipun merupakan daerah kecil dengan sumber daya yang relatif terbatas, namun memiliki potensi dan keunggulan yang membuatnya tetap menarik sebagai tempat tinggal, bekerja dan mengabdi.

Barru, kata dia, memiliki karakter daerah yang memberikan ruang bagi siapa pun untuk berkarya. Terlebih, perkembangan infrastruktur dan konektivitas semakin memperpendek jarak Barru dengan Makassar dan daerah sekitarnya.

Kehadiran moda transportasi kereta api, lanjutnya, menjadi salah satu perkembangan penting yang semakin memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih cepat dan efisien.

Dalam kesempatan itu, A. Muh. Rum juga mengingatkan panjangnya jejak orang Wajo sebagai masyarakat perantau. Dari generasi ke generasi, orang Wajo dikenal memiliki keberanian, ketangguhan dan kemampuan beradaptasi di mana pun mereka berada.

Jejak itu tidak hanya terbentang di berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatra dan Kalimantan, tetapi juga hingga mancanegara, termasuk Singapura.

Di Kabupaten Barru, keberadaan warga Wajo bahkan telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan perkembangan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Palanro dan Pekkae.

Orang Wajo itu punya kemampuan untuk hidup dan berkembang di mana pun berada. Karena itu, kita harus menunjukkan bahwa kehadiran kita bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, semangat merantau tersebut harus berjalan seiring dengan kemampuan menjaga identitas, membangun persaudaraan dan menghormati nilai-nilai lokal.

Ia pun mendorong Kemawa Barru untuk terus melakukan pendataan dan menginventarisasi keberadaan warga Wajo di berbagai wilayah Kabupaten Barru.

Langkah itu dinilai penting agar tidak ada warga Wajo yang merasa sendiri di tanah rantau. 

Sebaliknya, keberadaan organisasi kekeluargaan diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, saling membantu dan menjaga persaudaraan.

A. Muh. Rum juga mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, inti dari peringatan Maulid adalah bagaimana umat Islam kembali mengingat perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita memperingati Maulid, tetapi bagaimana akhlak Rasulullah kita hadirkan dalam kehidupan. Bagaimana kita menjaga persaudaraan, saling menghormati dan memberikan manfaat kepada sesama,” tuturnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Ia berharap momentum tersebut semakin mempererat silaturahmi warga Wajo di Barru sekaligus memperkuat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat.

Semoga silaturahmi semakin kuat, kebersamaan semakin erat, dan kita semua mampu mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” harapnya.

Kegiatan tersebut, turut dihadiri Bupati Barru A. Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang. Sekda Baŗru A. Syarifuddin. Ketua PMI Muh. Yulianto Badwi. Pimpinan OPD. Rektor ITBA Al Gazali,  H. Kamaruddin Hasan, Ketua Kemawa Pusat H. Andi Bau Sangkawana. Ketua dan Anggota Kemawa Barru dan tamu undangan. (syam) 

Posting Komentar untuk "A. Muh. Rum: Orang Wajo Harus Membawa Manfaat di Tanah Rantau"