JOMBANG —B88News.id- Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus berlangsung dengan rangkaian agenda penting penentuan kepemimpinan PBNU. Suasana muktamar tetap berjalan dalam semangat musyawarah dan konsolidasi organisasi, meski dinamika mulai mengemuka menjelang tahapan pemilihan Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU.
Rais Syuriah PCNU Barru, Dr. H. Irham Jalil Aliah, S.Ag., M.Ag., melaporkan dari arena Muktamar ke-35 NU bahwa agenda sore ini memasuki tahapan penghitungan usulan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dari PCNU, PCINU, dan PWNU.
Penghitungan tersebut menjadi tahapan untuk menentukan sembilan orang Ahwa yang selanjutnya bertugas memilih Rais 'Aam PBNU.
“Agenda sore ini adalah penghitungan usulan Ahwa dari PCNU, PCINU, dan PWNU. Dari proses ini akan ditentukan sembilan orang Ahwa yang selanjutnya bertugas memilih Rais 'Aam,” ujar Irham Jalil, Ahad (30/8/2026).
Setelah penentuan sembilan anggota Ahwa, tahapan pemilihan kepemimpinan PBNU dilanjutkan dengan proses pemilihan calon Ketua Umum.
Dalam mekanisme tersebut, PCNU, PCINU, dan PWNU akan memilih lima calon Ketua Umum PBNU. Lima nama tersebut selanjutnya masuk dalam tahapan pemilihan oleh Ahwa sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, dengan persetujuan Rais 'Aam.
Rangkaian tahapan ini menjadi bagian krusial dalam Muktamar ke-35 karena akan menentukan arah kepemimpinan NU untuk periode mendatang.
Di tengah proses tersebut, dinamika mulai terasa di arena muktamar. Beragam pandangan, aspirasi dan kepentingan organisasi menjadi bagian dari proses yang melibatkan peserta NU dari berbagai wilayah di Indonesia.
Namun, dinamika tersebut diharapkan tetap berada dalam bingkai musyawarah, menjaga ukhuwah dan mengedepankan kepentingan jam'iyah Nahdlatul Ulama.
Bagi PCNU Barru, kehadiran dalam Muktamar ke-35 bukan sekadar mengikuti rangkaian agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan menyuarakan harapan agar NU ke depan tetap menjaga amanah para muassis.
Rais Syuriah PCNU Barru berharap Muktamar ke-35 melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga tradisi dan nilai-nilai perjuangan NU, sekaligus membawa organisasi semakin kuat menghadapi tantangan zaman.
“Harapan kami, seluruh proses berjalan tertib, khidmat dan mengedepankan kepentingan jam'iyah Nahdlatul Ulama. Semoga Muktamar ini melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga amanah para muassis dan membawa NU semakin kuat dalam menyongsong perjalanan abad kedua,” pungkas Irham Jalil. (syam)
Posting Komentar untuk "Muktamar ke-35 NU Berlanjut, Penghitungan Usulan Ahwa Jadi Agenda Utama"