Marching Band SMKN 4 Barru, Dari Semarak HUT RI Menjadi Sekolah Karakter


BARRU —B88News.id- Dentuman drum dan tiupan alat musik terdengar menggema pada upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-81 di lapangan Pujananting, Barru, Senin 17/8/2026.

Dalam balutan seragam nuansa merah-putih, pasukan marching band SMKN 4 Barru berdiri tegap, bersiap mengambil bagian dalam menyukseskan Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 Tingkat Kecamatan Pujananting Kab. Barru. 

Penampilan mereka bukan sekadar hiburan untuk memeriahkan suasana peringatan kemerdekaan. Di balik barisan yang rapi, hentakan kaki yang seragam dan ketepatan setiap aba-aba, tersimpan proses panjang pendidikan karakter para siswa.

Kepala SMK Negeri 4 Barru, Abd. Kadir, S. Pd. M. Pd menyebutkan,  Marching band SMKN Barru pada awalnya dibentuk untuk memeriahkan berbagai kegiatan HUT RI. Namun, seiring waktu, keberadaannya semakin dibutuhkan dalam berbagai kegiatan, termasuk menjadi salah satu komponen dalam upacara.

Melihat manfaat yang jauh lebih besar, pihak sekolah kemudian mengembangkan marching band sebagai organisasi ekstrakurikuler permanen.

Marching band bukan hanya soal musik dan penampilan. Di dalamnya ada pendidikan disiplin, kekompakan, tanggung jawab, kepemimpinan dan kepercayaan diri,”katanya.

 Setiap latihan mengajarkan siswa untuk menghargai waktu, menjaga kerapian, mengikuti aba-aba dan mempertahankan konsistensi. Satu kesalahan kecil seorang anggota dapat memengaruhi seluruh barisan. Dari sinilah siswa belajar bahwa keberhasilan tidak dibangun oleh kemampuan individu semata, tetapi oleh kerja sama seluruh tim.

Menurut Kadir, Marching band juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun keberanian. Tampil di hadapan masyarakat membuat mereka terbiasa berada di ruang publik, mengatasi rasa malu sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

Di dalam kelompok, siswa juga belajar kepemimpinan. Ada komandan, mayoret, section leader hingga anggota dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mereka belajar bagaimana memimpin, tetapi sekaligus memahami arti disiplin ketika harus dipimpin.

Tak hanya itu, marching band menjadi wadah pengembangan bakat seni dan musik. Siswa dapat mengasah kemampuan melalui drum, perkusi, brass maupun visual performance, sekaligus menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik, baris-berbaris dan latihan koordinasi.

Dikatakan, bagi sekolah, marching band bahkan berpotensi menjadi identitas sekaligus kebanggaan. Penampilan mereka dalam pawai, upacara HUT RI, penyambutan tamu, kegiatan pemerintah maupun berbagai kegiatan masyarakat menjadi cara lain memperkenalkan sekolah kepada publik.

Karena itu, SMKN 4 Barru terus berupaya melengkapi kebutuhan marching band. Sejumlah peralatan dan atribut bahkan didatangkan dari luar Sulawesi, termasuk dari Bekasi, demi mendukung kualitas penampilan dan proses pembinaan siswa.

Bukan sekadar mengejar penampilan yang memukau, sekolah ingin menjadikan marching band sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda—tempat mereka belajar disiplin, bekerja dalam tim, berani tampil, bertanggung jawab dan memiliki rasa bangga terhadap sekolah serta daerahnya.

Kini, pasukan marching band SMKN 4 Barru yang berjumlah 26 orang yang dikomandoi  oleh Diva sebagai Mayoret,  sukses tampil di Pujananting dalam rangka menyukseskan Upacara HUT Proklamasi, setiap dentuman drum seolah membawa pesan sederhana: kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dengan menyiapkan generasi yang disiplin, kompak dan berkarakter.(syam)

Posting Komentar untuk "Marching Band SMKN 4 Barru, Dari Semarak HUT RI Menjadi Sekolah Karakter"