Dari Ballewe Menatap Langit, Fauzaan Menyimpan Mimpi Menjadi Pilot



Di balik sosoknya yang masih belia, Fauzaan Al Mubaraaq menyimpan mimpi besar. Siswa SDN 188 Ballewe itu bercita-cita menjadi seorang pilot, menerbangkan pesawat dan melihat dunia dari ketinggian.

Mimpi itu tumbuh bersama kesehariannya yang penuh aktivitas. Fauzaan merupakan putra dari Haris Hamzah dan Sukarni. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswa berprestasi yang konsisten menjaga pencapaiannya. Ia bahkan selalu meraih peringkat pertama di sekolah.


Namun, Fauzaan tidak hanya mengejar prestasi di ruang kelas. Di luar sekolah, ia aktif menekuni olahraga karate melalui INKANAS Polres. Disiplin latihan telah membawanya hingga meraih sabuk biru tua. Karate mengajarinya satu hal penting: untuk menjadi kuat, seseorang harus terlebih dahulu mampu mendisiplinkan diri.

Menariknya, di tengah kesibukan sekolah dan latihan, Fauzaan juga tetap dekat dengan kegiatan keagamaan. Ia belajar mengaji di TPA Ratu Babussalam, Ballewe, di bawah bimbingan pimpinan TPA Hj. Rahmatia. Ia kini memiliki hafalan sejumlah surah pendek.

Kecintaannya pada agama membawanya mengikuti lomba hafalan surah-surah pendek. Dalam ajang tersebut, Fauzaan berhasil meraih Juara II tingkat SD se-Kecamatan Balusu dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-81.

Di luar semua aktivitas itu, Fauzaan tetaplah seorang anak yang menikmati masa kecilnya. Ia memiliki hobi sederhana, yakni bermain bola. Di lapangan, ia bisa berlari dan bermain bersama teman-temannya, sejenak melupakan rutinitas belajar dan latihan.

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan Fauzaan. Di satu sisi, ia belajar menjadi anak yang berprestasi melalui buku dan pelajaran sekolah. Di sisi lain, ia ditempa melalui disiplin karate, dibekali nilai-nilai agama, dan tetap menikmati keceriaan masa kanak-kanak. Semua pengalaman itu perlahan membentuk dirinya.

Mimpi menjadi pilot mungkin masih panjang jalannya. Namun, Fauzaan sudah mulai belajar tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi tersebut: disiplin, ketekunan, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar.

Dari Cempa Desa Siawung, seorang anak kecil sedang menatap langit dengan cita-cita besar.

Kelak, jika mimpi itu benar-benar terwujud, mungkin Fauzaan akan teringat bahwa semuanya bermula dari bangku SDN 188 Ballewe, latihan karate, hafalan surah-surah pendek di TPA Ratu Babussalam, dan lapangan tempat ia bermain bola bersama teman-temannya.

Mimpi setinggi langit, tetapi langkahnya dimulai dari Cempa. (syamsu marlin) 

Posting Komentar untuk "Dari Ballewe Menatap Langit, Fauzaan Menyimpan Mimpi Menjadi Pilot"