Di usia yang masih belia, Arkana Amani Mukarramah telah belajar bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Kadang, ia tumbuh dari ruang kelas, lantunan ayat suci Al-Qur’an, keberanian berdiri di depan banyak orang, dan doa yang terus dipanjatkan.
Putri pasangan H. Syahriadi Al-Bugisyi dan Hj. Mukrimah Asikin itu lahir di Barru, 11 Desember 2015. Kini, Arkana duduk di kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren DDI Mangkoso.
Di lingkungan pesantren, Arkana tumbuh dalam suasana pendidikan yang dekat dengan ilmu agama. Dari sana, perlahan tumbuh dua cita-cita yang ingin diwujudkannya kelak, yakni menjadi guru sekaligus hafidzah, penghafal Al-Qur’an.
Bagi Arkana, menjadi guru bukan sekadar sebuah profesi. Ada keinginan untuk berbagi ilmu dan membantu anak-anak lain mengenal pendidikan. Sementara menjadi hafidzah menjadi impian yang ingin ia perjuangkan melalui kedekatannya dengan Al-Qur’an sejak dini.
Semangat itu pula yang membuatnya berani tampil dan mengasah kemampuan berbicara di hadapan orang lain. Dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Barru Tahun 2026, Arkana berhasil meraih Juara II Lomba Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) Putri Tingkat Kabupaten Barru.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Di balik tubuh kecil dan usianya yang masih muda, tersimpan keberanian untuk menyampaikan gagasan, berbicara dengan percaya diri, sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak Barru memiliki potensi yang layak diberi ruang untuk tumbuh.
Piagam penghargaan dan trafi yang diterimanya pada 18 Agustus 2026 menjadi salah satu jejak kecil dalam perjalanan panjang Arkana. Bukan sekadar selembar penghargaan, tetapi pengingat bahwa setiap keberanian untuk mencoba selalu memiliki arti.
Arkana kini masih memiliki perjalanan panjang. Masih banyak buku yang akan dibaca, ayat-ayat yang akan dihafalkan, panggung-panggung yang akan menjadi tempat belajar, dan cita-cita yang perlahan akan didekatkan melalui kerja keras.
Di usianya yang masih kanak-kanak, ia telah menanamkan satu keyakinan sederhana: belajar hari ini adalah bekal untuk menjadi seseorang yang bermanfaat di masa depan.
Kelak, ketika cita-cita itu benar-benar terwujud, mungkin Arkana akan berdiri di depan kelas sebagai seorang guru.
Dengan Al-Qur’an yang tetap dekat di hati, ia ingin berbagi ilmu sekaligus menjadi teladan bagi generasi setelahnya.
Dan perjalanan itu, sesungguhnya, telah dimulai sejak sekarang—dari seorang anak kecil bernama Arkana Amani Mukarramah, yang berani bermimpi, berani tampil, dan perlahan membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari langkah-langkah kecil.(syam)
Posting Komentar untuk "Arkana Amani, Mimpi Menjadi Guru dan Hafidzah yang Tumbuh Bersama Prestasi"