Makassar –B88News.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, dan pengembangan usaha.
Salah satu program unggulan yang menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah Program Desa BRILiaN, yang dirancang untuk mendorong kemandirian desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, literasi keuangan, digitalisasi, hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Program ini memberikan pendampingan menyeluruh kepada desa, mulai dari pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, akses terhadap layanan perbankan, pemenuhan legalitas usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk unggulan desa.
Hingga saat ini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN di seluruh Indonesia, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku UMKM secara berkelanjutan.
Khusus di wilayah kerja BRI Regional Makassar yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, telah terbentuk 528 Desa BRILiaN. Sejumlah desa binaan bahkan berhasil menjadi contoh pengembangan desa berbasis potensi lokal, di antaranya Desa Tompobulu (Pangkep), Desa Nepo (Barru), Desa Paccelekang (Gowa), dan Desa Panincong (Soppeng).
Desa Nepo di Kabupaten Barru mengusung konsep Desa Wisata Kampung Habibie Kecil dan menjadi salah satu desa unggulan dari Sulawesi Selatan. Sementara Desa Panincong di Kabupaten Soppeng berhasil masuk dalam 40 Desa BRILiaN Terbaik se-Indonesia.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar, D. Argo Prabowo, mengatakan Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRI sebagai agent of development dalam memperkuat ekonomi desa melalui inovasi yang berkelanjutan.
"Program pemberdayaan Desa BRILiaN telah berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi desa di Indonesia. Program ini merupakan upaya yang dilakukan BRI untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," ujar Argo.
Ia menegaskan, pemberdayaan UMKM bukan sekadar aktivitas bisnis, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
"Melayani dan memberdayakan UMKM bukan hanya soal bisnis, tetapi yang lebih penting adalah menghadirkan kesejahteraan sosial. Kami berharap konsep Desa BRILiaN tidak hanya berkembang di Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi negara lain," tambahnya.
Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, mengakui kehadiran BRI memberikan dampak nyata terhadap pengembangan potensi ekonomi desa. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan BRI mendorong lahirnya berbagai inovasi dan memperluas akses pasar bagi produk unggulan masyarakat.
"BRI membantu inovasi dan pengembangan potensi desa sehingga mampu mendukung perekonomian masyarakat. Berbagai layanan BRI telah hadir di desa, termasuk QRIS yang kini banyak dimanfaatkan warga. Kami juga mendapat pendampingan dalam mengembangkan produk unggulan seperti madu hutan yang kini telah dipasarkan melalui Localoka BRI," ungkapnya.
Program Desa BRILiaN menyasar berbagai elemen desa, mulai dari pemerintah desa, pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pelaku usaha desa, hingga pegiat produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades).
Melalui program ini, BRI berharap lahir semakin banyak desa mandiri yang mampu mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat UMKM, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(syam).
Posting Komentar untuk "Sukses Desa BRILiaN, BRI Perkuat UMKM dan Dorong Kemajuan Ekonomi Desa"