Barru –B88News.id- Ada pemandangan sederhana namun begitu menghangatkan hati saat Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., melayat salah seorang anggota keluarganya yang meninggal dunia di Ujung Desa Cilellang Mallusetasi, Selasa 7/7/2026.
Usai mengantar hingga ke kompleks pemakaman, Andi Ina berjalan meninggalkan area pemakaman dengan langkah tenang. Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti, tiba-tiba terdengar suara riang dari sekelompok anak-anak yang sedang bermain di pinggir jalan.
"Puang Ina... Puang Ina...!" teriak mereka berulang kali.
Tanpa rasa canggung, tanpa sekat jabatan, anak-anak itu memanggil nama Andi Ina begitu saja. Bagi mereka, sosok yang sedang melintas bukanlah seorang kepala daerah yang harus disapa dengan formalitas, melainkan figur yang terasa dekat dan akrab.
Mendengar panggilan itu, Andi Ina langsung menoleh. Senyum pun mengembang di wajahnya. Ia menghampiri anak-anak tersebut, menyapa satu per satu, lalu mengajak mereka berjalan bersama.
Suasana yang semula hening seketika berubah menjadi penuh keceriaan. Gelak tawa anak-anak mengiringi langkah mereka, sementara Andi Ina ikut larut dalam kebersamaan itu.
Di sepanjang jalan, Bupati mengajak mereka menyanyikan lagu tentang Tujuh Kebiasaan Baik Anak Indonesia. Dengan penuh semangat, anak-anak mengikuti setiap lirik sambil sesekali tertawa dan saling bersahutan.
Momen singkat itu menjadi gambaran bahwa kedekatan seorang pemimpin tidak selalu lahir dari pidato atau seremoni besar. Justru, dalam perjumpaan-perjumpaan sederhana seperti inilah kehangatan terasa begitu nyata.
Di tengah perjalanan pulang dari suasana duka, hadir secercah kebahagiaan yang lahir dari kepolosan anak-anak. Sebuah pengingat bahwa senyum, sapaan, dan perhatian yang tulus mampu menghubungkan seorang pemimpin dengan masyarakatnya, tanpa jarak dan tanpa beban.
Bagi anak-anak di Ujung, hari itu mungkin hanya sebuah pertemuan singkat. Namun bagi siapa pun yang menyaksikannya, momen tersebut menjadi potret kepemimpinan yang membumi, hadir, menyapa, dan selalu menyediakan ruang untuk berbagi senyum dengan generasi penerus Barru. (syam)
Posting Komentar untuk "Sapaan Polos di Tengah Duka, Langkah Bupati Diiringi Tawa Anak-Anak"