Ustadz H. Muh. Idris: Kematian Adalah Nasihat Terbaik bagi yang Masih Hidup



BARRU- B88News.id– Dalam suasana penuh haru, keluarga dan kerabat menghadiri acara Takziah atas wafatnya  almarhum  Alimuddin bin Tahir di Pekka Pao, Selasa (2/6/2026). 

Ustadz Drs. H. Muh. Idris yang menyampaikan ceramah takziah. Qberisi pesan keimanan, kesabaran, dan pengingat tentang hakikat kehidupan yang sementara.

Mengawali ceramahnya, Ustaz Muh. Idris mengajak jamaah menghadiahkan Surah Al-Fatihah kepada almarhum. Ia memanjatkan doa agar Allah SWT melipatgandakan pahala amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat paling mulia di sisi-Nya.

Doa juga dipanjatkan untuk keluarga yang ditinggalkan, agar diberi ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian berat tersebut.

Dalam ceramahnya, Ustaz Muh. Idris menyinggung luasnya penyebaran kabar wafat almarhum yang diumumkan melalui sejumlah masjid sekitar. Menurutnya, hal itu menunjukkan almarhum merupakan sosok yang dikenal, dihormati, dan memiliki hubungan baik dengan masyarakat semasa hidup.

Kehadiran begitu banyak pelayat menjadi bukti bahwa almarhum meninggalkan jejak kebaikan dan silaturahmi yang baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustaz Muh. Idris mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak dapat ditunda maupun dihindari. Almarhum, katanya, hanya mendahului perjalanan yang suatu saat akan ditempuh seluruh manusia.

Kita yang hadir malam ini sejatinya sedang menyaksikan masa depan kita sendiri. Almarhum telah berangkat lebih dahulu, sementara kita tinggal menunggu giliran yang waktunya hanya Allah SWT yang mengetahui,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara. Oleh karena itu, manusia tidak seharusnya larut dalam urusan dunia hingga melupakan persiapan menuju kehidupan akhirat yang kekal.

Mengutip hadis Rasulullah SAW, Ustaz Muh. Idris menyampaikan bahwa orang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan setelah dunia.

Pada bagian yang menyentuh hati jamaah takziah , ia mengingatkan bahwa kematian tidak pernah menunggu syarat tertentu.

Jangan merasa aman karena masih muda. Sebab, syarat mati tidak harus tua. Jangan merasa aman karena sehat. Sebab, syarat mati tidak harus sakit. Jangan pula merasa aman karena memiliki harta dan kedudukan. Sebab, kematian tidak membedakan antara yang kaya dan yang miskin,” tegasnya.

Menurutnya, banyak manusia terlena oleh usia, kesehatan, dan kemapanan hidup sehingga lupa bahwa kematian dapat datang kapan saja tanpa pemberitahuan.

Pada kesempatan itu, Ustadz Muh. Idris juga mengakui bahwa kehilangan sosok suami, ayah, dan tulang punggung keluarga secara tiba-tiba tentu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Namun, ia mengingatkan bahwa setiap ujian dari Allah SWT mengandung hikmah dan harus dihadapi dengan kesabaran serta keikhlasan.

Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 155-156 yang menjelaskan bahwa manusia pasti diuji dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, dan kehilangan orang-orang yang dicintai. Allah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu mereka yang ketika ditimpa musibah mengucapkan:

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

Kesedihan yang kita rasakan hari ini adalah hal yang wajar. Namun, jangan sampai kesedihan membuat kita lupa bahwa selama ini Allah telah melimpahkan begitu banyak nikmat dalam kehidupan kita. Ujian yang datang hari ini tidak sebanding dengan luasnya rahmat dan karunia-Nya,” ungkapnya.

Menutup ceramahnya, Ustaz Muh. Idris mengajak jamaah menjadikan wafatnya  Alimuddin sebagai momentum muhasabah diri untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak amal saleh, menjaga silaturahmi, dan mempersiapkan bekal terbaik sebelum datangnya kematian.

Acara takziah berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Almarhum  Alimuddin, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di surga-Nya yang penuh kenikmatan. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan,” tutup Ustadz Muh. Idris.(syam) 


Posting Komentar untuk "Ustadz H. Muh. Idris: Kematian Adalah Nasihat Terbaik bagi yang Masih Hidup"