Air mata Nadima (67) warga Lingkungan Temmireng Kecamatan Balusu tak lagi dapat dibendung. Di tengah suasana haru usai peresmian rumah barunya, perempuan lanjut usia itu melangkah perlahan mendekati Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.
Tanpa banyak kata, ia memeluk sang bupati dengan erat. Sebuah pelukan yang berbicara lebih banyak daripada seribu ucapan terima kasih.
Wajahnya menyiratkan rasa syukur yang begitu dalam. Setelah sekian lama hidup dalam keterbatasan dan menempati rumah yang jauh dari kata layak, kini ia akhirnya memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk dihuni bersama cucunya.
"Terima kasih, Puang," ucap Nadima lirih, dengan suara yang nyaris tenggelam oleh haru.
Bagi sebagian orang, sebuah rumah mungkin hanyalah bangunan yang terdiri dari dinding dan atap. Namun bagi Nadima, rumah baru itu adalah simbol harapan, rasa aman, dan kembalinya martabat. Tempat di mana ia bisa beristirahat tanpa lagi dihantui kekhawatiran saat hujan turun atau angin kencang menerpa.
Momen itu menjadi salah satu adegan paling menyentuh dalam peresmian program bedah rumah hasil kolaborasi Polres Barru dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Barru di Temmireng Kec Balusu, Sabtu 27/6/2026.
Pelukan Nadima kepada Bupati Andi Ina seolah mewakili rasa syukur banyak masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari kepedulian dan gotong royong.
Di tengah suasana yang penuh haru itu, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari berusaha membangkitkan semangat Nadima. Dengan gaya khasnya yang hangat dan penuh empati, ia menyelipkan gurauan yang langsung mengundang senyum di tengah linangan air mata.
"Hari ini Ibu Nadima memeluk Andi Ina Kartika Sari. Tapi nanti malam, setelah Ibu tidur di rumah barunya, boleh jadi Ibu bermimpi indah memeluk Inul Daratista," ujar Andi Ina, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Candaan itu seketika mencairkan suasana. Nadima yang sejak awal tak kuasa menahan haru, tampak tersenyum di sela air matanya.
Bagi Andi Ina, menghadirkan rumah yang layak bukan sekadar membangun fisiknya saja, tetapi juga menghadirkan kembali kebahagiaan, semangat, dan harapan bagi warga yang membutuhkan.
"Semoga rumah ini menjadi rumah idaman yang ditempati dengan nyaman dan penuh keberkahan," ujar Andi Ina.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Barru dan Baznas yang telah berkolaborasi menghadirkan program kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di rumah sederhana berlantai semen, berdinding papan dan beratap seng, kini berdiri kokoh dan tersimpan sebuah pelajaran berharga, bahwa kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata mampu mengubah kehidupan seseorang.
Dan pada hari itu, pelukan Nadima menjadi saksi bahwa sebuah rumah baru bukan sekadar tempat berteduh, melainkan awal dari harapan yang kembali tumbuh, serta senyum yang kembali merekah di wajah Nadima seorang nenek bersama seorang cucu yang selama ini bertahan dalam keterbatasan.(syam m djafar)
Posting Komentar untuk "Pelukan Haru Nadima: Saat Rumah Baru Menghadirkan Harapan Baru"