Catatan, Syam M Djafar
Tidak ada pesta kembang api. Tidak pula gemerlap perayaan yang memecah malam. Menjelang datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Barru memilih menyambut tahun baru dengan cara yang lebih khusyuk: berkumpul dalam salat berjamaah, zikir, dan doa bersama.
Sore itu, Baruga Singkeru Adae di Rumah Jabatan Bupati Barru dipenuhi para jamaah. Di antara mereka hadir Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Abustan A. Bintang. Keduanya tampak kompak mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir.
Meski demikian, pada kesempatan tersebut keduanya berbagi peran. Bupati Andi Ina memberikan amanah kepada Wakil Bupati Abustan A. Bintang untuk membacakan sambutan resmi Pemerintah Kabupaten Barru di hadapan para jamaah yang hadir.
Usai Shalat Ashar berjamaah, suasana semakin syahdu ketika lantunan selawat dari BKMT Pemerintah Kabupaten Barru dan Pokja I TP PKK Kabupaten Barru menggema di ruangan. Selawat itu mengalir lembut, mengajak hati untuk sejenak berhenti dari kesibukan dunia dan menatap perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun terakhir.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Wakil Bupati Abustan mengingatkan bahwa Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan Islam. Muharram adalah momentum untuk berhijrah, memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan membangun tekad menjadi pribadi yang lebih baik.
Hijrah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW saat berpindah dari Makkah ke Madinah, bukan hanya perjalanan fisik. Ia adalah perjalanan spiritual, sosial, dan peradaban. Sebuah proses meninggalkan keadaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih bermakna dan diridhai Allah SWT.
"Tahun Baru Hijriah selalu menghadirkan semangat baru bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan ketakwaan serta memperbanyak amal saleh demi kemaslahatan umat, bangsa, dan daerah yang kita cintai," demikian pesan Bupati yang disampaikan oleh Wakil Bupati.
Di hadapan para tokoh agama, pejabat daerah, dan masyarakat yang hadir, Abustan menyampaikan tiga pesan penting yang menjadi bekal memasuki tahun baru.
Pertama, tentang pentingnya menghargai waktu. Sebab waktu adalah nikmat yang tidak dapat diulang. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan untuk berbuat baik, memperbaiki diri, dan menebar manfaat bagi sesama.
Kedua, tentang keberanian untuk berubah. Sebagaimana firman Allah SWT bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka sendiri berusaha mengubahnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan hanya lahir dari kerja keras, kebersamaan, dan kesungguhan dalam berikhtiar.
Ketiga, menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Membangun daerah, bekerja, dan berkarya adalah bagian dari ibadah selama dilandasi niat yang baik dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.
Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, semangat hijrah juga sejalan dengan tekad untuk terus menata daerah menuju kesejahteraan yang lebih cepat. Sebab pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya masyarakat yang religius, berakhlak, dan saling menguatkan.
Nilai-nilai lokal seperti Mali Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge, dan Mabbulo Sibatang menjadi cermin bagaimana semangat hijrah diwujudkan dalam kehidupan masyarakat Barru: saling menolong, saling mengingatkan, dan berjalan bersama menghadapi tantangan zaman.
Menjelang akhir kegiatan, zikir dan doa bersama yang dipandu Imam Besar Masjid Agung Nurul Iman Barru, H. M. Husni Makki, dan Ust. H. Syahriadi Al-Bugisyi membuat suasana semakin khusyuk.
Puluhan tangan terangkat, memanjatkan harapan untuk keluarga, daerah, bangsa, dan masa depan yang lebih baik.
Di momen itulah, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Barru yang duduk berdampingan di tengah jamaah seakan menjadi simbol bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang menjalankan pemerintahan, tetapi juga mengajak masyarakat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena sejatinya, pergantian tahun bukan tentang seberapa jauh waktu telah berjalan, melainkan tentang seberapa besar perubahan yang telah diupayakan untuk menjadi lebih baik.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga setiap langkah menjadi hijrah menuju keberkahan, dan setiap ikhtiar mendapat ridha Allah SWT.
Salamakki Tapada Salama'
Posting Komentar untuk "Di Bawah Lantunan Zikir, Barru Menyambut Tahun Baru dengan Semangat Hijrah"