Catatan Syam M Djafar
Di sudut-sudut ruang kelas TK-PAUD di Barru, ada anak-anak kecil yang setiap pagi datang dengan langkah mungil dan wajah penuh rasa ingin tahu.
Ada yang masih belajar memegang pensil, mengenal huruf, menyusun balok, bernyanyi bersama teman-temannya, atau sekadar belajar mengucapkan kata "terima kasih" dan "maaf".
Mungkin hari ini mereka hanya terlihat sebagai anak-anak yang sedang bermain dan belajar. Namun beberapa tahun ke depan, dari tangan-tangan kecil itulah akan lahir guru, dokter, pengusaha, ulama, pemimpin, dan generasi yang akan melanjutkan pembangunan Kabupaten Barru.
Kesadaran itulah yang menjadi semangat Pemerintah Kabupaten Barru saat menggelar Sosialisasi Pelibatan Orang Tua, Masyarakat, dan Pemangku Kepentingan dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Baruga Pettu Adae Lantai VI Kantor Bupati Barru, Senin (15/6/2026).
Bagi Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si, membangun daerah tidak hanya tentang infrastruktur, jalan, atau bangunan. Ada investasi yang jauh lebih penting dan menentukan masa depan daerah, yakni menyiapkan generasi sejak usia dini.
Karena itu, di hadapan para camat, kapus, kepala desa, lurah, Bunda PAUD, guru, dan para orang tua, Andi Ina menyampaikan harapan sekaligus pesan yang sangat tegas.
"Saya tidak ingin ada anak Barru yang tidak bersekolah, apalagi tidak mengenyam pendidikan PAUD. Kita semua harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang dengan baik," tegasnya.
Kalimat itu bukan sekadar ajakan. Ia lahir dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Menurut Bupati yang juga adalah bunda PAUD Kab Barru, pendidikan anak usia dini adalah fondasi yang akan menentukan seperti apa karakter seorang anak ketika dewasa nanti. Karena itu, keberhasilannya tidak bisa hanya diserahkan kepada guru di sekolah.
Di rumah, orang tua adalah guru pertama. Di sekolah, guru menjadi pembimbing. Sementara pemerintah hadir memastikan seluruh layanan pendidikan dapat diakses oleh masyarakat.
"Ada tiga pilar yang harus berjalan bersama, yaitu orang tua, guru, dan pemerintah. Jika ketiganya saling menguatkan, maka kita sedang menyiapkan generasi Barru yang hebat," ujarnya.
Andi Ina juga mengingatkan bahwa karakter besar lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, anak-anak diajak membiasakan diri bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.
Namun menurutnya, kebiasaan itu tidak cukup hanya diajarkan di sekolah.
"Jangan hanya berharap anak disiplin di sekolah. Mereka akan lebih banyak mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya di rumah. Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari keteladanan," katanya.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Barru, ia juga mengajak para orang tua menjadikan rumah sebagai tempat pertama anak belajar tentang kasih sayang, akhlak, dan nilai-nilai agama.
Membiasakan shalat lima waktu, membaca Al-Qur'an, menghormati orang tua, serta peduli kepada sesama mungkin terlihat sederhana. Namun dari kebiasaan itulah lahir pribadi-pribadi yang kuat, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya.
Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh Bunda PAUD Kabupaten Barru, para camat, lurah, kepala desa, guru, dan perwakilan orang tua. Sebuah simbol bahwa mendidik anak bukan tugas satu orang atau satu lembaga, melainkan tanggung jawab bersama.
Sebab sesungguhnya, ketika hari ini Barru memberi perhatian pada anak-anak usia dini, yang sedang dibangun bukan hanya masa depan mereka. Yang sedang dibangun adalah masa depan Barru itu sendiri.
Dan semua itu dimulai dari hal-hal sederhana: dari rumah yang penuh kasih sayang, dari orang tua yang menjadi teladan, dari guru yang sabar mendidik, serta dari anak-anak kecil yang hari ini masih belajar mengenal dunia, tetapi kelak akan menjadi alasan Barru bangga di masa depan.(*)
Posting Komentar untuk "Dari Ruang Kelas PAUD, Barru Sedang Menyiapkan Masa Depannya"