Dari Gorontalo untuk Barru: Bupati Andi Ina Menjemput Inspirasi bagi Petani dan Nelayan

Di tengah ribuan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, hingga pelaku usaha yang memadati arena Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo,  Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari hadir bukan sekadar sebagai tamu undangan. 

Ia datang membawa harapan agar setiap pengetahuan, inovasi, dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi kemajuan pertanian dan perikanan di Kabupaten Barru.

Puncak kegiatan yang dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih itu menjadi momentum penting bagi para pelaku utama sektor pangan dari seluruh Indonesia untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.

Mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Hilirisasi dan Program Swasembada Pangan Berkelanjutan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045,” PENAS XVII menghadirkan beragam inovasi dan teknologi yang membuka cakrawala baru bagi masa depan pertanian dan perikanan Indonesia.


Bagi Andi Ina, tema tersebut bukan sekadar slogan. Di tengah tantangan perubahan iklim, kebutuhan pangan yang terus meningkat, dan tuntutan daya saing global, teknologi menjadi salah satu jalan yang harus ditempuh untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani dan nelayan.

PENAS menjadi sarana yang sangat penting untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring antardaerah dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan yang lebih maju, modern, dan berdaya saing,” ujar Andi Ina di sela-sela kegiatan.

Selama mengikuti rangkaian acara, Bupati Barru bersama delegasi Kabupaten Barru yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (PTPHBUN) Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, MM, aktif mengunjungi berbagai lokasi pameran dan arena demonstrasi teknologi.

Di setiap sudut kegiatan, tersaji beragam inovasi, mulai dari teknologi pertanian modern, pengolahan hasil pertanian, hingga berbagai solusi yang mendukung efisiensi usaha tani dan perikanan. Tak sedikit dari inovasi tersebut yang menarik perhatian rombongan Barru untuk dipelajari lebih lanjut dan berpotensi diterapkan di daerah.

Partisipasi Kabupaten Barru dalam PENAS XVII juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia. Di saat yang sama, para peserta dari Barru memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap ilmu dan pengalaman yang dapat mendukung pembangunan sektor pertanian dan perikanan di kampung halaman.

Namun, lebih dari sekadar mengikuti agenda resmi, kehadiran Bupati Barru juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para peserta asal Barru yang telah jauh-jauh datang ke Gorontalo. 

Di sela kesibukan kegiatan, Andi Ina menyempatkan diri berinteraksi dengan anggota kontingen, mendengar pengalaman mereka selama mengikuti PENAS, sekaligus memberikan semangat agar ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada petani dan nelayan lainnya setelah kembali ke daerah.

Kebersamaan itu terasa semakin hangat setelah rangkaian acara puncak PENAS XVII berakhir. Sebelum kembali ke Kabupaten Barru, Bupati Andi Ina mengajak seluruh anggota kontingen makan siang bersama. Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, ia menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi para peserta yang telah mewakili Barru di ajang nasional tersebut.

Ia juga berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan pulang.

Di balik perjalanan ke Gorontalo, tentunya  tersimpan harapan besar yang dibawa pulang ke Barru. 

Harapan agar teknologi, inovasi, dan semangat kolaborasi yang tumbuh di PENAS XVII dapat menjadi energi baru bagi petani dan nelayan Barru untuk terus maju, meningkatkan produktivitas, dan mengambil peran dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.

Menabur inspirasi di Gorontalo, menui harapan di Barru. 

Salamakki tapada salama'

 (syam m djafar) 

Posting Komentar untuk "Dari Gorontalo untuk Barru: Bupati Andi Ina Menjemput Inspirasi bagi Petani dan Nelayan"