Di balik sosoknya yang tenang dan bersahaja, A. Syarifuddin menyimpan jejak panjang pengabdian yang ditempa dari bawah. Lahir di Tontamang pada 31 Desember 1970, ia tumbuh dalam lingkungan sederhana yang membentuk ketekunan sekaligus keteguhan sikapnya dalam bekerja.
Perjalanan pendidikannya pun terbangun secara bertahap. Menyelesaikan SD dan SMP di Pinrang, lalu melanjutkan ke SMA Negeri 1 Makassar pada 1988, sebelum akhirnya menapaki dunia pemerintahan melalui D3 APDN Ujung Pandang pada 1991.
Tak berhenti di situ, semangat belajarnya terus berlanjut. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Fisipol UGM Yogyakarta pada 1998, kemudian memperdalam kapasitasnya dengan menuntaskan pendidikan S2 di Universitas Hasanuddin pada 2005. Bekal akademik ini menjadi fondasi penting dalam setiap langkah kariernya di birokrasi.
Karier A. Syarifuddin dimulai dari posisi paling dasar sebagai staf Kantor Camat Mallusetasi pada 1992. Dari sana, ia perlahan menapaki tangga pengabdian—menjadi Lurah Bojo Baru (1995), Kasubag Tata Pemerintahan Umum (1999), hingga dipercaya sebagai Camat Balusu (2003) dan kemudian Camat Mallusetasi (2005).
Setiap posisi dijalaninya dengan konsistensi, membangun pengalaman yang kuat dalam tata kelola pemerintahan di tingkat wilayah.
Pengalamannya semakin luas saat bergeser ke lingkup strategis perencanaan dan kebijakan. Ia pernah menjabat Kabid Litbang Bappeda (2006), Kabag Pemerintahan Desa (2008), hingga Sekretaris Dinas Pariwisata (2011) dan kemudian Kepala Dinas Pariwisata pada 2015. Pada 2022, ia dipercaya memimpin Dinas Sosial Kabupaten Barru, sebuah posisi yang menuntut kepekaan sosial sekaligus ketegasan dalam kebijakan.
Tak hanya jabatan definitif, A. Syarifuddin juga kerap dipercaya mengisi posisi strategis sebagai pelaksana tugas di berbagai OPD. Ia pernah menjabat Plt Kepala Bappeda (2024), Plh Sekda Barru pada Agustus 2024 hingga Februari 2025, Plt Asisten III (2025), Plt Kepala Kesbangpol (2025), serta Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (2025).
Rangkaian kepercayaan ini menjadi cerminan kapasitasnya dalam menjaga ritme pemerintahan di berbagai lini.
Bagi A. Syarifuddin, pengabdian bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan panggilan yang harus dijalani dengan integritas. Ia dikenal memegang prinsip sederhana namun kuat.
“Bekerjalah dengan jujur, karena kepercayaan adalah modal utama. Dan jika diberi amanah, jalankan dengan sungguh-sungguh, karena di situlah letak kehormatan seorang aparatur.”, Prinsip ini yang ia jaga dalam setiap langkah, menjadikannya sosok yang konsisten dan dapat diandalkan.
Kini, saat kembali dipercaya sebagai Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, A. Syarifuddin tidak memulai dari titik nol. Ia datang dengan pengalaman panjang, pemahaman birokrasi yang matang, serta rekam jejak yang teruji dalam berbagai situasi. Amanah ini bukan sekadar penugasan, tetapi juga pengakuan atas konsistensi dan dedikasi yang telah ia tunjukkan selama puluhan tahun.
Di tengah dinamika pemerintahan yang terus berkembang, sosok seperti A. Syarifuddin menjadi representasi aparatur yang tumbuh dari pengalaman, bekerja dalam senyap, namun memberi dampak nyata.
Sebab bagi dirinya, jabatan bukan tujuan akhir, melainkan ruang untuk terus mengabdi, menjaga kepercayaan, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.(syam md)
Posting Komentar untuk "Meniti Sunyi Menjaga Amanah: Jalan Panjang A. Syarifuddin di Pusaran Birokrasi Barru"