Barru –B88News.id- Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., secara resmi membuka sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Workshop Peluang Pengembangan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial di Kabupaten Barru, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting RM Surya, Kecamatan Barru tersebut dihadiri Direktur Pilar Nusantara (PINUS) Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulsel, Kepala Balai Perhutanan Sosial Gowa, Kepala UPT KPH Ajatapparreng, pimpinan OPD terkait, para camat, kelompok perhutanan sosial, serta mitra pembangunan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya PINUS, yang telah menunjuk Kabupaten Barru sebagai lokus pengembangan perhutanan sosial berbasis pendekatan terintegrasi. Ia menegaskan bahwa workshop ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam mengoptimalkan potensi kawasan hutan sosial yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Barru sebagai lokasi pengembangan. Ini harus kita seriusi bersama karena potensi yang kita miliki sangat besar,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, luas perhutanan sosial di Kabupaten Barru mencapai sekitar 7.969 hektare yang telah memiliki legalitas, namun belum dikelola optimal. Jika potensi tersebut dikelola secara terintegrasi, ia meyakini dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
“Saya sudah hitung, jika dikelola serius, minimal bisa menghasilkan ratusan miliar rupiah per tahun, bahkan berpotensi menembus lebih dari satu triliun. Tetapi ini tidak boleh dikerjakan setengah-setengah. Semua sektor harus terlibat sesuai tugas dan fungsinya,” tegasnya.
Menurutnya, pengembangan Integrated Area Development tidak hanya berfokus pada pengelolaan hutan, tetapi juga harus mengintegrasikan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, hingga penguatan ekonomi desa. Perhutanan sosial harus menjadi core business yang terhubung dengan potensi kawasan lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh, hingga kelompok masyarakat. Kepala desa, kata dia, memegang peran strategis dalam memastikan implementasi program di tingkat lapangan.
“Kuncinya ada di desa. Jika desa kuat, maka kegiatan akan berjalan. Perhutanan sosial tidak bisa hanya mengandalkan kelompok, tetapi harus melibatkan seluruh masyarakat di sekitar kawasan,” jelasnya.
Wakil Bupati turut menyoroti masih rendahnya pemanfaatan kawasan yang telah memiliki izin kelola. Ia mengajak masyarakat mengubah pola pikir dari menunggu bantuan menjadi semangat mandiri dalam mengelola potensi yang sudah dimiliki, mengingat izin pengelolaan dapat dimanfaatkan hingga puluhan tahun.
Dalam pemaparannya sebagai narasumber, Abustan menjelaskan bahwa konsep IAD menekankan integrasi ruang, sektor, pelaku, dan sumber daya dalam satu perencanaan kawasan yang utuh. Ia mencontohkan potensi Desa Harapan yang memiliki komoditas unggulan seperti kopi, aren, durian, peternakan, hingga potensi wisata savana dan hutan pinus yang dapat dikembangkan secara bersamaan.
“Kalau ini kita integrasikan dengan baik, maka bukan hanya perhutanan sosial yang hidup, tetapi pariwisata, peternakan, hingga produk pangan lokal juga bergerak. Tujuannya satu, kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.
Ia juga mendorong penyusunan master plan terpadu yang melibatkan seluruh pihak agar pengembangan kawasan tidak berjalan parsial. Pendekatan berbasis tujuan (goal setting model) menurutnya perlu menjadi dasar agar program tetap berjalan tanpa ketergantungan pada stimulus eksternal.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan dunia usaha dan perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan, khususnya kopi, sebagai fokus ekonomi kawasan. Ia optimistis, jika dikelola serius, perhutanan sosial di Barru dapat menjadi sumber ekonomi baru yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta workshop menjadikan kegiatan ini sebagai titik awal kerja nyata dalam menyusun langkah strategis pengembangan kawasan perhutanan sosial berbasis Integrated Area Development.
“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin dalam dua tahun ke depan sudah mulai terlihat hasilnya. Yang menikmati bukan pemerintah, tetapi masyarakat. Itulah tujuan utama kita,” tutupnya.(SM)
Posting Komentar untuk "Wabup Barru Dorong Perhutanan Sosial Terintegrasi, Workshop IAD Jadi Titik Awal Kebangkitan Ekonomi Kawasan"