Tudang Sipulung Bersama Petani, Bupati Andi Ina Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Petani

BARRU – B88News.id- Komitmen membangun pertanian yang lebih produktif dan menyejahterakan masyarakat tidak cukup hanya dirumuskan di balik meja. Ia harus tumbuh dari kedekatan, dialog, dan kesediaan mendengar langsung suara mereka yang setiap hari bergelut dengan tanah dan harapan.

Semangat inilah yang ditunjukkan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., saat turun langsung menemui para petani melalui Silaturahmi Tudang Sipulung bersama pemerintah, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, kelompok tani, petani, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Barru.

Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Kelompok Tani Sepee I, Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru, Rabu malam (21/10/2026), menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan, kebutuhan, dan harapan mereka secara langsung kepada pemerintah daerah.

Bagi Andi Ina, Tudang Sipulung bukan sekadar agenda silaturahmi. Lebih dari itu, forum ini merupakan ikhtiar mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, menyerap persoalan dari sumbernya, sekaligus mencari jalan keluar bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi petani.

“Bukan masyarakat yang datang dan menyampaikan ke Ibu Bupati, bukan masyarakat yang mencari saya, tetapi saya yang mencari masyarakat,” tegas Andi Ina.

Pernyataan itu menegaskan pendekatan kepemimpinan yang ingin dibangunnya: pemerintah tidak cukup menunggu aspirasi datang, tetapi harus hadir, mendengar, dan memahami langsung kenyataan yang dihadapi masyarakat.

Di hadapan para petani, Bupati Andi Ina menempatkan ketersediaan air sebagai salah satu persoalan mendasar yang perlu mendapatkan perhatian serius. Ketika musim kemarau tiba dan sumber-sumber air mulai menyusut, keberlangsungan produksi pertanian ikut terancam.

Karena itu, pembangunan bendungan menjadi salah satu agenda strategis yang ingin diperjuangkannya demi menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian di Kabupaten Barru.

“Barru harus punya bendungan. Insyaallah, ini yang akan kita perjuangkan,” tegasnya.

Andi Ina mengungkapkan, pemerintah daerah telah memiliki lokasi yang berpotensi menjadi pilihan pembangunan bendungan. Tahap selanjutnya adalah memperjuangkan dukungan anggaran pemerintah pusat, mengingat pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut membutuhkan pembiayaan yang besar.

Ia menegaskan akan memaksimalkan upaya selama masa kepemimpinannya agar cita-cita menghadirkan bendungan bagi masyarakat Barru dapat diperjuangkan secara serius. Baginya, bendungan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pertanian, mengurangi ketergantungan pada curah hujan, dan memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahannya.

Selain pembangunan bendungan, persoalan pendangkalan sungai juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mengupayakan dukungan peralatan dari pemerintah pusat melalui balai teknis, sehingga pengerukan sungai dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Andi Ina menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian memiliki hubungan erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika produktivitas meningkat, hasil panen membaik, dan pendapatan petani bertambah, perputaran ekonomi di tingkat desa maupun kecamatan akan ikut bergerak.

Karena itu, ia mengajak seluruh kelompok tani memanfaatkan program pemerintah secara optimal, termasuk melalui penerapan luas tambah tanam (LTT) untuk meningkatkan intensitas pertanaman sesuai kondisi lahan dan ketersediaan air.

Mengacu pada data BPS tahun 2025, potensi lahan pertanian Barru perlu terus dioptimalkan. Bupati mengimbau petani untuk memperhatikan rekomendasi penyuluh pertanian, termasuk penggunaan benih unggul berumur genjah yang sesuai dengan karakteristik lahan dan kondisi pengairan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan risiko gagal panen.

Dalam kesempatan itu, Andi Ina juga menyinggung perkembangan penurunan angka kemiskinan di Barru yang patut disyukuri. Ia berharap penguatan sektor pertanian terus menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, sehingga manfaat pembangunan semakin dirasakan oleh keluarga petani.Upaya memperkuat sektor pertanian juga diarahkan pada peningkatan nilai tambah hasil panen.

 Andi Ina mengungkapkan rencana pembangunan pabrik penggilingan padi di Barru yang telah mendapat lampu hijau dari Kementerian Pertanian, termasuk dukungan fasilitas pengering jagung atau *dryer*.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memungkinkan hasil panen diolah di daerah sendiri, memperkuat rantai produksi dan distribusi, serta membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.Pengolahan hasil pertanian di daerah juga diharapkan mendukung pencatatan produksi yang lebih akurat, sehingga potensi pertanian Barru dapat terdata dan tergambarkan secara lebih baik.

Selain itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah masuk ke Barru melalui program pemerintah pusat. Namun, ia mengingatkan bahwa bantuan tersebut harus disalurkan berdasarkan kebutuhan dan kelayakan kelompok tani, bukan karena kedekatan pribadi maupun perbedaan pilihan politik.

“Jangan sampai karena mereka tidak memilih saya, lalu tidak diberikan bantuan. Tidak boleh seperti itu. Berikan kepada kelompok tani yang memang pantas dan layak mendapatkannya,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan pemerintah harus diberikan secara adil dan tidak diskriminatif. Menurutnya, kelompok tani yang belum memenuhi persyaratan administrasi perlu mendapatkan pendampingan agar memiliki kesempatan mengakses program bantuan pemerintah.Ia juga mengingatkan agar alsintan digunakan sesuai peruntukannya, dirawat dengan baik, serta tidak diperjualbelikan atau dialihkan ke daerah lain.

Di sisi lain, keberlanjutan pertanian juga membutuhkan perlindungan terhadap lahan produktif. Untuk itu, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Barru dan Tanete Rilau mendapat dukungan pemerintah pusat. Andi Ina menyebut sekitar 14.000 hektare lahan telah tercakup dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang dilindungi dari alih fungsi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perlindungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan lahan pertanian, mempertahankan kapasitas produksi pangan, dan memastikan sektor pertanian tetap memiliki ruang untuk berkembang di tengah dinamika pembangunan daerah.

Bagi pemerintah daerah, peningkatan produksi tidak hanya berbicara tentang berapa banyak hasil panen yang diperoleh, tetapi juga tentang bagaimana lahan produktif tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Forum Tudang Sipulung juga berkembang menjadi ruang penyampaian berbagai persoalan di luar sektor pertanian. Sejumlah peserta menyampaikan aspirasi mengenai kondisi infrastruktur jalan, pendangkalan sungai, hingga potensi pengembangan objek wisata sejarah di wilayah Barru.

Andi Ina menyatakan seluruh masukan tersebut menjadi catatan pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.Terkait infrastruktur jalan, ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran mengharuskan pemerintah menetapkan skala prioritas, terutama pada ruas jalan yang mengalami kerusakan berat dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

Sementara itu, potensi wisata sejarah dinilai perlu mendapat perhatian karena tidak hanya berpeluang memperkaya daya tarik wisata Barru, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat di sekitarnya.Bupati menegaskan, Tudang Sipulung tidak dibatasi hanya untuk membicarakan persoalan pertanian. Masyarakat dapat memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah.

“Silakan sampaikan di forum ini, mumpung ada saya dan kepala dinas. Saya mendengar, mencatat, dan Insya Allah kita akan mencari solusi atas apa yang menjadi harapan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa dialog tidak boleh berhenti pada penyampaian keluhan. Aspirasi masyarakat harus menjadi bahan evaluasi, dasar penentuan kebijakan, dan pijakan untuk merumuskan langkah tindak lanjut sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran daerah.

Perhatian khusus juga diberikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT). Andi Ina mendorong perempuan agar semakin aktif menyampaikan kebutuhan, gagasan, dan aspirasi dalam pengembangan sektor pertanian maupun penguatan ekonomi keluarga.

Menurutnya, pembangunan pertanian tidak hanya bertumpu pada peran petani di lahan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk perempuan yang berkontribusi dalam pengelolaan pangan, kegiatan produktif, dan ketahanan ekonomi rumah tangga. Keterlibatan KWT diharapkan semakin memperluas manfaat program pertanian, sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Silaturahmi Tudang Sipulung tersebut menjadi gambaran bahwa membangun pertanian membutuhkan lebih dari sekadar bantuan sarana produksi. Diperlukan ketersediaan air, perlindungan lahan, akses teknologi, penguatan kelembagaan petani, pengolahan hasil panen, serta kebijakan yang berpihak secara adil kepada masyarakat.

Melalui dialog langsung bersama petani, Bupati Andi Ina menegaskan pentingnya membangun kebijakan dari kebutuhan nyata di lapangan. Harapannya, setiap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan pertemuan, tetapi menjadi pijakan untuk memperkuat pertanian Barru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pangan, Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Camat Barru, Kapolsek Barru, Danramil Barru, tenaga ahli Bupati bidang pertanian, lurah dan kepala desa, koordinator serta penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta para pengurus dan anggota kelompok tani.(syam) 

Posting Komentar untuk "Tudang Sipulung Bersama Petani, Bupati Andi Ina Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Petani "