Racikan Nasi Goreng Bupati dan Wabup Barru: Bumbu Kebersamaan, Cita Rasa Kepemimpinan



MAKASSAR – B88News.id- Ada yang menarik dari keikutsertaan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., dalam lomba memasak nasi goreng antar kepala daerah se-Sulawesi Selatan yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan, dipelataran Rujab Gubernur Sulsel, Ahad 18/10/2026.

Di tengah suasana lomba yang penuh keceriaan, keduanya tampak kompak meracik bumbu, mengolah bahan, hingga menyiapkan nasi goreng dengan penuh semangat. Racikan bumbu dan cita rasa yang dihasilkan pun tampak pas, memperlihatkan kesungguhan keduanya mengikuti setiap tahapan kompetisi.

Dalam lomba tersebut, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari tampil bersama Wakil Bupati Abustan A. Bintang. Meski format lomba menghadirkan pasangan kepala daerah bersama suami atau istri, namun kebersamaan Bupati dan Wakil Bupati Barru justru menghadirkan warna tersendiri dalam suasana kompetisi yang penuh keakraban.

Keduanya tampak kompak berbagi peran, meracik bumbu, dan memadukan bahan untuk menghasilkan nasi goreng dengan cita rasa yang pas. Momen sederhana ini sekaligus memperlihatkan sisi lain hubungan kerja keduanya sebagai pemimpin daerah yang setiap hari dituntut untuk menyelaraskan pandangan dan meracik kebijakan demi kepentingan masyarakat.

Di balik aktivitas sederhana meracik bumbu nasi goreng, tersirat gambaran tentang kekompakan dua pemimpin yang berbagi tanggung jawab dalam mengelola pemerintahan Kabupaten Barru.

Meracik nasi goreng yang diberi nama 'Nasi Goreng Nanas To Berru' membutuhkan ketepatan memilih bahan, mengukur takaran, memadukan bumbu, dan menjaga waktu agar menghasilkan cita rasa yang pas. Begitu pula dalam meracik kebijakan pemerintahan. Dibutuhkan komunikasi, keselarasan pandangan, pembagian peran, serta kemampuan memadukan berbagai kepentingan demi menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati memiliki peran masing-masing, tetapi keduanya bertemu dalam satu tujuan: membawa Barru menuju kemajuan dan kesejahteraan. Kekompakan tidak selalu harus ditunjukkan melalui forum resmi, rapat pemerintahan, atau agenda pembangunan berskala besar. Terkadang, justru dalam hal-hal kecil dan sederhana, kebersamaan itu terlihat lebih nyata.

Lomba memasak nasi goreng tersebut menjadi potret ringan tentang bagaimana dua pemimpin Barru membangun kebersamaan di luar suasana formal kedinasan. Ada canda, kerja sama, dan kesediaan untuk saling melengkapi dalam menyelesaikan satu pekerjaan bersama.

Sebab, sebagaimana nasi goreng yang lezat tidak hanya bergantung pada satu jenis bumbu, keberhasilan pemerintahan juga tidak bertumpu pada satu orang. Ia membutuhkan perpaduan peran, kesamaan arah, dan komitmen untuk terus bekerja bersama.

Pada akhirnya, bukan semata soal siapa yang menjadi pasangan di meja lomba atau siapa yang memenangkan kompetisi. Ada pesan sederhana yang bisa dipetik: meracik bumbu membutuhkan ketepatan, meracik kebijakan membutuhkan kebijaksanaan, dan membangun Barru membutuhkan kekompakan.

Dari dapur lomba di Makassar, Bupati dan Wakil Bupati Barru, paling tidak  memperlihatkan bahwa kebersamaan bisa hadir dalam hal sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi perjalanan sebuah pemerintahan.(syam) 

Posting Komentar untuk "Racikan Nasi Goreng Bupati dan Wabup Barru: Bumbu Kebersamaan, Cita Rasa Kepemimpinan"