Oleh: Syamsu Marlin
Ada yang menarik dari sebuah penghargaan. Ia bukan semata-mata tentang siapa yang menerima, siapa yang menyerahkan, atau seberapa megah panggung tempat penghargaan itu diberikan.
Lebih dari itu, penghargaan seharusnya menjadi ruang untuk merenung: apa yang telah dilakukan, apa yang masih perlu dibenahi, dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sabtu, 17 Oktober 2026, di Hotel Claro Makassar, momen dimana Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si, yang turut didampingi Sekda Baru A. Syarifuddin. S.IP. M. Si dan Kadis Kominfo-SP, Syamsuddin, S. IP. M. Si menerima penghargaan 'PWI Award 2026' kategori Kepala Daerah Penggerak Transformasi Digital, Pariwisata, dan Pertanian yang diserahkan langsung Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. .
Tentu, ada kebanggaan tersendiri ketika seorang kepala daerah menerima apresiasi atas kerja dan komitmennya. Namun, bagi saya, ada hal lain yang lebih menarik untuk direnungkan yaitu, bagaimana penghargaan itu bisa menjadi energi baru bagi pembangunan Barru, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan insan pers.
Sebab, membangun daerah bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan sendirian. Di balik setiap program pemerintah, ada masyarakat yang menunggu hasilnya. Ada petani yang berharap hasil panennya semakin baik.
Ada pelaku usaha kecil yang ingin produknya dikenal lebih luas. Ada anak muda yang menanti peluang. Dan ada warga biasa yang berharap pelayanan pemerintah semakin mudah, cepat, dan menyentuh kebutuhan mereka.
Merekalah sesungguhnya yang harus menjadi ukuran dari setiap keberhasilan pembangunan. Saya selalu memandang pers bukan hanya sebagai penyampai kabar. Pers juga menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, antara kebijakan dan kenyataan, antara harapan dan persoalan yang masih membutuhkan jawaban.
Melalui tulisan, potensi sebuah desa bisa dikenal lebih luas. Melalui pemberitaan, produk lokal bisa memperoleh perhatian. Melalui cerita sederhana tentang perjuangan masyarakat, kita bisa melihat bahwa pembangunan bukan hanya soal angka dalam laporan, melainkan juga tentang manusia dan kehidupannya.
Namun, pers memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Ia harus menjaga akurasi, mengedepankan fakta, dan tetap berani menyampaikan kritik ketika keadaan memang memerlukannya.
Karena itu, sinergi pers dan pemerintah tidak seharusnya dimaknai sebagai hubungan yang hanya berisi pujian. Sinergi yang sehat justru memberi ruang bagi keterbukaan, masukan, bahkan kritik yang membangun.
Pemerintah membutuhkan informasi dari lapangan untuk memperbaiki kebijakan. Masyarakat membutuhkan pers agar suaranya didengar. Dan pers membutuhkan keterbukaan agar dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Ketiganya memiliki peran yang berbeda, tetapi bertemu pada satu kepentingan: kepentingan masyarakat.
Bagi Bupati Andi Ina Kartika Sari, tentunya PWI Award ini dapat menjadi penyemangat untuk terus bekerja. Namun, penghargaan tentu bukan garis akhir dari sebuah perjalanan.
Transformasi digital, misalnya, baru benar-benar bermakna ketika teknologi memudahkan masyarakat mengakses pelayanan. Pariwisata akan semakin berarti ketika potensi daerah mampu menggerakkan ekonomi warga. Begitu pula pertanian, yang keberhasilannya tidak cukup dilihat dari program yang dijalankan, tetapi juga dari kesejahteraan petani yang terus diperjuangkan.
Di sinilah tantangan sesungguhnya berada. Penghargaan dapat menjadi pengakuan atas sebuah capaian, tetapi keberlanjutan kerja dan manfaat yang dirasakan masyarakatlah yang akan menentukan arti capaian itu dalam jangka panjang. Saya percaya, setiap daerah memiliki potensi untuk berkembang. Yang diperlukan adalah kemauan untuk bekerja, kesediaan mendengar, serta keberanian untuk terus memperbaiki diri.
Daerah ini memiliki potensi, memiliki sumber daya manusia, dan memiliki masyarakat yang berharap masa depan yang lebih baik. Potensi tersebut perlu dirawat melalui kebijakan yang tepat, kerja sama yang kuat, dan informasi yang mampu membuka peluang.
Di tengah derasnya arus informasi, membangun kepercayaan publik menjadi pekerjaan penting. Informasi yang benar harus mendapat tempat, sementara kabar yang belum terverifikasi perlu disikapi dengan hati-hati.
Pemerintah harus semakin terbuka dalam menyampaikan informasi. Pers harus semakin kuat menjaga profesionalisme. Masyarakat pun perlu mendapatkan ruang yang cukup untuk menyampaikan aspirasi dan ikut mengawasi jalannya pembangunan.
Tidak harus selalu sepakat dalam segala hal. Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar. Yang penting, perbedaan itu tidak menghilangkan rasa hormat dan komitmen terhadap kepentingan bersama.
Bagi saya, hubungan yang baik antara pemerintah dan pers bukanlah hubungan tanpa kritik, melainkan hubungan yang mampu menempatkan kritik sebagai bagian dari upaya memperbaiki keadaan. Sebab, pemerintah yang terbuka akan lebih mudah mendengar. Pers yang profesional akan lebih dipercaya. Dan masyarakat yang memperoleh informasi dengan baik akan lebih mampu mengambil bagian dalam pembangunan.
Penghargaan PWI Award yang diterima Bupati Barru patut menjadi kebanggaan. Namun, kebanggaan itu akan terasa lebih bermakna apabila diikuti semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembangunan, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat.
Saya membayangkan, suatu hari nanti, keberhasilan pembangunan Barru tidak hanya diceritakan melalui seremoni penghargaan, tetapi juga melalui kisah seorang petani yang hidupnya semakin sejahtera, pelaku UMKM yang pasarnya semakin luas, desa yang semakin berkembang, serta masyarakat yang merasa lebih mudah mendapatkan pelayanan.
Di situlah pembangunan menemukan wajah kemanusiaannya. Dan di situlah pula pers dapat mengambil peran: mencatat perubahan, menyampaikan kenyataan, mengangkat kisah-kisah baik, sekaligus mengingatkan ketika masih ada pekerjaan yang belum selesai.
Sebab, penghargaan bisa disimpan dalam lemari kenangan. Piagam bisa dipajang di dinding. Tetapi kepercayaan masyarakat harus terus diperjuangkan, setiap hari, melalui kerja nyata.
Pada akhirnya, membangun Barru bukan hanya tentang siapa yang memperoleh penghargaan, melainkan tentang bagaimana seluruh capaian itu menjadi manfaat bagi masyarakat.
Dari Makassar, saya melihat penghargaan ini bukan sebagai akhir sebuah cerita, tetapi sebagai pengingat bahwa perjalanan membangun daerah masih panjang. Pemerintah, pers, dan masyarakat perlu terus berjalan bersama, dengan peran masing-masing, demi Terwujudnya Kabupaten Barru yang Berkeadilan, Maju Berkelanjutan dan Sejahtera Lebih Cepat. (*)
Posting Komentar untuk "Penghargaan Boleh Diraih, Kepercayaan Rakyat Harus Dirawat "