BRI Perluas Inklusi Keuangan, 1,06 Juta BRILink Agen Jangkau 60 Ribu Desa



AMBON –B88News.id- Pemerataan akses layanan keuangan terus didorong PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, melalui pengembangan jaringan BRILink Agen. Program ini memberikan kesempatan bagi Masyarakat, untuk melakukan berbagai transaksi perbankan melalui agen di lingkungan sekitar, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku ekonomi lokal.

Hingga akhir September 2026, BRI mencatat sebanyak 1,06 juta BRILink Agen telah beroperasi di lebih dari 60 ribu desa di Indonesia. Jaringan tersebut mencakup sekitar 80 persen desa di Tanah Air, dengan total aktivitas mencapai 750 juta transaksi, dan nilai transaksi sekitar Rp1.270 triliun.

Dilansir MantikNews.com,  Pencapaian tersebut memperlihatkan besarnya peran agen, dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat. Kehadiran mereka menjadi alternatif bagi warga yang membutuhkan layanan transaksi praktis, khususnya di wilayah yang belum memiliki akses mudah ke kantor perbankan.

Melalui BRILink Agen, masyarakat dapat melakukan beragam pembayaran, seperti tagihan listrik, air, BPJS Kesehatan, telepon, pembelian pulsa, hingga pembayaran cicilan. Layanan ini juga mencakup pembelian tiket bus, shuttle, kereta api, dan kapal penyeberangan.

Selain transaksi pembayaran, agen turut membantu masyarakat mengakses layanan keuangan lain, termasuk referral pembukaan rekening tabungan, pengajuan pinjaman, asuransi mikro, serta penarikan uang kiriman dari luar negeri.

Pengembangan jaringan tersebut menjadi relevan dalam momentum Bulan Inklusi Keuangan Oktober 2026. Upaya memperluas akses tidak hanya berorientasi pada ketersediaan layanan, tetapi juga mendorong masyarakat agar semakin memahami manfaat produk keuangan formal, dan terbiasa menggunakan fasilitas transaksi digital.

Bagi pelaku usaha lokal, kemitraan BRILink memberikan nilai tambah dalam menjalankan bisnis. Warung dan usaha kecil yang menjadi agen dapat memperoleh pendapatan dari layanan transaksi, sekaligus meningkatkan kunjungan pelanggan dan memperluas kegiatan usaha mereka.

BRI juga memberikan perhatian pada peningkatan produktivitas agen, agar memiliki peluang mengembangkan bisnis ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini tercermin dari keberadaan kategori Jawara dan Juragan, yang diperuntukkan bagi agen dengan capaian fee based income tertinggi.

Data BRI per September 2026 menunjukkan, sekitar 59 ribu agen telah berada dalam kategori Jawara dan Juragan. Jumlah tersebut menggambarkan peluang pengembangan usaha, yang dapat diperoleh masyarakat melalui kemitraan di sektor layanan keuangan.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan kedekatan agen dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas pemanfaatan layanan keuangan. Interaksi yang berlangsung setiap hari memungkinkan agen membantu warga mengenal layanan perbankan, sekaligus mempermudah pemenuhan kebutuhan transaksi.

Menurutnya, keberadaan BRILink Agen perlu dilihat lebih luas daripada sekadar saluran transaksi. Jaringan ini juga memiliki peran dalam memperkenalkan layanan keuangan formal kepada Masyarakat, dan menciptakan kesempatan bagi pemilik usaha lokal untuk meningkatkan pendapatannya.

“BRILink Agen bukan sekadar mitra transaksi perbankan. Di banyak daerah, mereka menjadi pihak yang membantu masyarakat mengakses layanan keuangan, memahami cara bertransaksi, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami ingin para agen terus tumbuh bersama masyarakat yang mereka layani, sehingga manfaat inklusi keuangan juga dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar,” ujar Akhmad.

Di samping manfaat bagi masyarakat dan mitra usaha, operasional BRILink Agen turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan BRI. Hingga akhir September 2026, program tersebut membukukan fee based income sebesar Rp1,3 triliun. Jaringan agen yang sama juga mendukung penghimpunan dana murah, atau Current Account Savings Account (CASA) sebesar Rp32 triliun.

Kontribusi ini menunjukkan, bahwa perluasan akses keuangan dapat berjalan seiring dengan penguatan bisnis perbankan. Aktivitas transaksi masyarakat memberikan peluang pendapatan bagi agen, sementara BRI memperoleh dukungan terhadap penghimpunan dana, dan pendapatan berbasis komisi.

Akhmad menyampaikan, pengembangan jaringan keuangan di tingkat desa merupakan bagian dari upaya memperkuat bisnis BRI yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan.

Dengan akses yang semakin luas, BRILink Agen diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam memudahkan transaksi masyarakat maupun membantu pelaku usaha lokal mengembangkan bisnisnya.

“Kinerja bisnis yang positif ini kian memperlihatkan, bahwa penguatan jaringan keuangan di tingkat desa tidak hanya membantu menggerakkan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat bisnis BRI yang berbasis ekonomi kerakyatan,” tutup Akhmad. (syam) 

Posting Komentar untuk "BRI Perluas Inklusi Keuangan, 1,06 Juta BRILink Agen Jangkau 60 Ribu Desa"