BARRU — B88News.id — Pengabdian AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., selama menjabat sebagai Kapolres Barru meninggalkan jejak yang tidak hanya terasa dalam bidang keamanan dan pelayanan masyarakat, tetapi juga dalam upayanya memperkenalkan potensi wisata daerah.
Atas dedikasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barru menobatkan Ananda Fauzi Harahap, yang kini menjabat Wadir Intelkam Polda Sulsel, sebagai Duta Wisata “Singgah di Barru”.
Penobatan itu ditandai dengan penyerahan Piagam Penghargaan Duta Wisata “Singgah di Barru” oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., pada malam lepas sambut Kapolres Barru yang berlangsung di halaman Rumah Jabatan Bupati Barru, Sabtu malam (26/9/2026).
Penghargaan tersebut bukan tanpa alasan. Selama bertugas di Barru, Ananda dikenal aktif mengeksplorasi sekaligus mempromosikan berbagai destinasi wisata Barru melalui akun media sosialnya.
Mulai dari wisata pegunungan Lappa Laona, panorama Bukit Paralayang Maddo, hingga wisata pantai Ujung Batu. Ia juga menjelajahi pesona bahari Barru, seperti Pulau Dutungan, Pulau Panikiang, dan Pulau Putiangin.
Kecintaan Ananda menjelajahi alam Barru bahkan melahirkan julukan unik dari Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., yakni “Gurila”—akronim dari Gunung, Rimba dan Laut.
Julukan itu menggambarkan sosok Ananda yang gemar menjelajah dari puncak gunung, menyusuri kawasan alam, hingga menyelam menikmati keindahan terumbu karang Barru.
Ia tidak sekadar berbicara tentang potensi wisata Barru. Ia datang, menjelajah, mendokumentasikan, lalu membagikannya kepada publik.
Karena itu, predikat Duta Wisata “Singgah di Barru” terasa begitu tepat disematkan kepadanya.
Malam lepas sambut itu juga menjadi semakin bermakna ketika Ir. Muh. Yulianto Badwi, yang juga merupakan suami Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, secara khusus menghadiahkan sebilah keris pusaka kepada Ananda Fauzi Harahap.
Pemberian tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus tanda persaudaraan. Sebuah pesan bahwa meski Ananda kini melanjutkan pengabdiannya di tempat yang baru, hubungan emosional dengan Barru tidak berhenti bersama berakhirnya masa tugas sebagai Kapolres.
Keris itu seakan menjadi pengingat bahwa ada ikatan yang tidak dibatasi oleh jabatan dan tempat tugas. Ada pengabdian yang selesai secara kedinasan, tetapi tidak pernah selesai dalam kenangan. Ada tugas yang berakhir, tetapi persaudaraan tetap tinggal,
Dan ketika kelak Ananda kembali melintas atau singgah di Barru, ia tidak hanya datang sebagai seorang pejabat kepolisian, tetapi sebagai “Gurila” yang pernah menjelajah Gunung, Rimba dan Laut Barru—serta sebagai Duta Wisata yang telah menjadi bagian dari cerita Bumi Colliq Pujie.
Bagi Ananda Fauzi Harahap, predikat Duta Wisata “Singgah di Barru” menjadi simbol bahwa jejak pengabdian tidak harus berhenti ketika tugas berakhir.
Meski kini meninggalkan Barru untuk mengemban amanah baru sebagai Wadir Intelkam Polda Sulsel, Ananda membawa serta cerita tentang daerah ini. Sebaliknya, Barru meninggalkan kenangan tentang seorang Kapolres yang selama lebih dari satu tahun mengabdikan diri sekaligus ikut memperkenalkan keindahan daerahnya.
Tugas boleh berganti, jabatan boleh berpindah, tetapi Barru akan selalu menjadi tempat untuk singgah.
Sang penjelajah Gunung, Rimba hingga Laut— Ananda 'Gurila' Fauzi Harahap—telah meninggalkan jejaknya di Barru. (syam).
Posting Komentar untuk "Ananda Fauzi Harahap, Sang 'Gurila' Dinobatkan sebagai Duta Wisata “Singgah di Barru”"