Pramuka dan Jalan Panjang Menuju Swasembada Pangan

 

          Oleh : Pahmid,S.Pd I.,M.Pd


Salam Pramuka

Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar peringatan perjalanan panjang Gerakan Pramuka di Indonesia. Momentum ini menjadi panggilan bagi seluruh anggota Pramuka untuk semakin menguatkan semangat pengabdian, kepedulian, dan karya nyata dalam membangun bangsa.

Tahun ini, Gerakan Pramuka mengusung tema "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Tema ini mengandung pesan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau para petani, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga besar Gerakan Pramuka.

Pramuka adalah kawah candradimuka pembentukan karakter. Dari setiap latihan, kita belajar hidup sederhana, mandiri, disiplin, mencintai alam, dan memanfaatkan sumber daya secara bijaksana. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi dalam membangun kemandirian pangan bangsa.

Membangun swasembada pangan bukan hanya soal menanam padi atau memanen hasil bumi. Lebih dari itu, swasembada pangan adalah membangun generasi yang menghargai setiap butir nasi, mencintai lingkungan, menjaga tanah dan air, serta memiliki semangat bekerja keras demi kesejahteraan bersama. Ketika setiap Pramuka mampu menjadi pelopor dalam memanfaatkan lahan, menanam pohon, mengembangkan kebun sekolah, dan mengajak masyarakat hidup produktif, saat itulah Pramuka benar-benar menjadi bagian dari solusi bangsa.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

(QS. Ar-Ra'd: 11)

Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan menuju Indonesia yang mandiri dan sejahtera harus dimulai dari diri sendiri. Dari kebiasaan mencintai lingkungan, bekerja keras, berinovasi, hingga menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."

(HR. Ahmad)

Seorang Pramuka sejati tidak hanya bangga mengenakan seragamnya, tetapi juga bangga ketika mampu memberi manfaat bagi sesama. Melalui aksi nyata, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong, Pramuka dapat menjadi pelopor ketahanan pangan di sekolah, di keluarga, dan di tengah masyarakat.

Menuju Indonesia Emas 2045, bangsa ini membutuhkan generasi yang berkarakter kuat, berilmu, berakhlak mulia, cinta tanah air, serta mampu menciptakan kemandirian di berbagai bidang, termasuk pangan. Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi tersebut melalui pendidikan karakter yang berlandaskan Tri Satya dan Dasa Dharma.

Mari jadikan Hari Pramuka ke-65 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen berkarya, mengabdi, dan menjaga negeri. 

Tanamkan semangat bahwa setiap benih yang kita tanam hari ini adalah harapan bagi masa depan Indonesia yang lebih mandiri, lebih sejahtera, dan lebih gemilang.

Selamat Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.

Pramuka siap membangun swasembada pangan, bergerak bersama menuju Indonesia Emas 2045.

Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

Cibubur Jakarta,14 Agustus 2026


Hormat ku




Salam Pramuka!

Posting Komentar untuk "Pramuka dan Jalan Panjang Menuju Swasembada Pangan"