Lindungi Sawah dari Ancaman Air Asin, Pemdes Lompo Tengah Bangun Tanggul di Dusun Paria


BARRU —B88News.id- Ancaman air asin yang berpotensi mengganggu lahan pertanian warga mendapat perhatian serius Pemerintah Desa Lompo Tengah. Pemdes bersama masyarakat mulai memasang tanggul penghalang air asin di Dusun Paria, Ahad (28/6/2026) lalu. 

Tanggul tersebut dibangun untuk mencegah air asin masuk ke kawasan pompanisasi dan mengalir ke jaringan sungai yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah warga dan dulakukan setiap musim gadu. 

Kepala Desa Lompo Tengah, Arif Pabiseang, mengatakan pembangunan tanggul merupakan langkah konkret pemerintah desa untuk memastikan lahan persawahan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air yang layak.

“Alhamdulillah, tadi sore kita mulai pemasangan tanggul penghalang air asin di Dusun Paria. Tujuannya agar air asin tidak mengalir ke kawasan pompanisasi sehingga sawah warga tetap bisa mendapatkan air yang layak,” ujar Arif. 

Dijelaskan bahwa, tanggul sementara ini bersifat sementara, hanya dibuat saat air asin mulai naik dan di bongkar kembali setelah panen, pembuatannya ini di pertengahan bulan Juni lalu. 

Yang menarik kata Arif, pembangunan tanggul tersebut sepenuhnya dibiayai melalui Pendapatan Asli Desa (PADes).

Pemdes Lompo Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18.850.000 untuk pembangunan tanggul tersebut. 

Penggunaan PADes ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menjalankan peraturan desa terkait pungutan desa sekaligus mengembalikan manfaat pendapatan desa kepada masyarakat.

“Tidak sia-sia PADes digunakan untuk tanggul di Dusun Paria. Pemerintah desa membayar Rp18.850.000 dari PADes. Kalau tidak ditanggul, air asin akan masuk ke aliran sungai Desa Lompo Tengah. Kalau sudah begitu, air tersebut pasti tidak bisa lagi dipergunakan untuk mengairi lahan persawahan,” jelasnya.

Menurut Arif, persoalan air asin bukan persoalan baru bagi petani di wilayah tersebut. Sebelum adanya tanggul, masuknya air asin membuat petani kesulitan mempertahankan produktivitas sawah.

Bahkan, sejumlah wilayah seperti Botto-Botto dan Ele  sebelumnya mengalami kesulitan untuk menghasilkan panen secara maksimal.

“Dulu sebelum ada tanggul seperti ini, Botto-Botto dan Ele tidak bisa panen dengan baik. Kalaupun panen, hasilnya tidak maksimal karena terpaksa panen lebih awal,” ungkapnya.

Karena itu lanjutnya, pembangunan tanggul menjadi langkah penting untuk menyelamatkan sumber air pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan masyarakat.

Bagi Pemdes Lompo Tengah, PADes bukan sekadar angka dalam laporan keuangan desa. Pendapatan tersebut harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk kebutuhan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Ketika air asin mengancam sawah, pemerintah desa memilih bergerak. Tanggul dibangun bukan sekadar untuk menahan air, tetapi untuk menjaga harapan petani agar tetap bisa menanam, merawat dan memanen dengan hasil yang lebih baik.

"Sebab bagi masyarakat Lompo Tengah, air yang layak berarti sawah yang tetap hidup. Sawah yang tetap hidup berarti harapan petani untuk terus bertahan", tandas Arif. (syam) 

Posting Komentar untuk "Lindungi Sawah dari Ancaman Air Asin, Pemdes Lompo Tengah Bangun Tanggul di Dusun Paria"