Catatan, Syamsu Marlin*)
Jalur terjal, tanjakan, debu dan medan berbatu menjadi tantangan yang harus ditaklukkan para peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Peduli Seri V Tahun 2026.
Namun, di balik tantangan itu, ada cerita lain yang justru mungkin lebih lama tinggal dalam ingatan.
Bukan tentang seberapa jauh kendaraan melaju. Bukan pula tentang siapa yang paling cepat melewati lintasan.
Tetapi tentang senyum warga, segelas air, makanan sederhana, seni dan sapaan hangat yang menyambut para offroader di sepanjang perjalanan mereka menjelajah Barru.
Di sejumlah titik lintasan, masyarakat berdiri di sisi jalur. Sebagian melambaikan tangan, sebagian lainnya menyodorkan minuman dan makanan ringan yang mereka siapkan secara sederhana.
Tidak ada seremoni. Tidak ada protokol.
Hanya keramahan yang lahir secara spontan.
Bagi Ketua PMI Kabupaten Barru, Muhammad Yulianto Badwi, momen-momen sederhana itu justru menjadi salah satu bagian paling berkesan dari pelaksanaan Bhayangkara Offroad Merdeka Peduli Seri V di Barru, 28-29 Agustus 2026.
“Ini yang sangat kami apresiasi. Masyarakat di sepanjang jalur menyambut peserta dengan ramah. Bahkan ada warga yang menyediakan makanan ringan dan minuman untuk para offroader,” ujar Yulianto, Senin (31/8/2026).
Menurut suami Andi Ina Kartika Sari, suami Bupati Baŗru ini, suguhan warga mungkin terlihat sederhana. Namun bagi peserta yang sedang menempuh perjalanan panjang dengan medan yang berat, sambutan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar.
“Barangkali sederhana, tetapi bagi peserta itu sangat berarti. Keramahan warga menunjukkan bahwa masyarakat Barru ikut menjadi bagian dari kegiatan ini,” katanya.
Di tengah deru mesin dan dinginnya angin malam Lappa Laona, Tim Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru dibawah binaan Kadis A. Milawaty turut membawa warna budaya ke tengah gelaran otomotif tersebut.
Gerak tari, irama musik dan ekspresi para seniman menghadirkan suasana yang berbeda. Alam Lappa Laona yang biasanya ditemani suara angin dan aktivitas para pengunjung malam itu seakan memiliki denyut baru.
Seni hadir di antara deru kendaraan. Budaya berdiri berdampingan dengan olahraga otomotif. Dan Barru menunjukkan wajahnya secara utuh: memiliki alam yang menantang sekaligus tradisi dan budaya yang terus hidup.
Penampilan tim kesenian Disdikbud Barru menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah.
Di tengah suasana yang penuh energi, kesenian menjadi ruang untuk berhenti sejenak, menikmati keindahan gerak dan irama, sekaligus mengenal lebih dekat identitas budaya Barru.
Kesuksesan Bhayangkara Offroad Merdeka Peduli Seri V di Barru tidak lahir dari kerja satu pihak. Di balik kendaraan yang melintas dan meriahnya kegiatan, terdapat banyak orang yang bekerja jauh dari sorotan.
Ada yang memastikan jalur siap dilalui. Ada yang berjaga untuk keselamatan. Ada yang menyiapkan makanan, air minum dan pelayanan kesehatan. Ada yang menghadirkan hiburan dan kesenian. Ada pula yang memastikan setiap momen dapat direkam dan diketahui masyarakat.
Yulianto, Ketua PMI selaku Ketua Panitia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah mengambil bagian, termasuk PMI Barru yang menjadi salah satu unsur supporting, sekaligus terlibat dalam kepanitiaan dan pelayanan selama kegiatan berlangsung.
“Kesuksesan kegiatan ini tentu tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak. PMI menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah bekerja bersama,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Event Director Ir. Yudi Rakapala bersama tim yang bekerja menyiapkan master rute sekaligus mengawal jalur yang menjadi tantangan para offroader.
“Pak Yudi Rakapala bersama tim telah bekerja keras dalam menyiapkan dan mengawal rute. Ini tentu menjadi bagian penting dari suksesnya kegiatan,” katanya.
Cerita tentang Barru juga tidak berhenti di lintasan. Di belakang kamera, Tim Publikasi dan Humas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Barru bergerak mengikuti denyut kegiatan.
Dibawah Kordinator Liputan, Zulfachmy yang juga Kabid Humas-IKP, mereka hadir di lapangan, mengejar momen, mengabadikan interaksi, merekam suasana dan menyebarluaskan informasi tentang kegiatan.
Bagi Yulianto, publikasi menjadi bagian penting karena sebuah event bukan hanya perlu dilaksanakan dengan baik, tetapi juga perlu diceritakan kepada publik.
“Tim publikasi Humas Kominfo juga luar biasa. Mereka bekerja di lapangan, mengabadikan setiap momen dan menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat. Ini bagian penting dari sebuah event karena kegiatan yang baik juga perlu dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Barru mendukung kegiatan melalui dapur umum. Polres Barru dan Kodim memastikan pengamanan sehingga peserta dan masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan tertib.
PDAM Barru juga turut menyediakan air bersih bagi peserta dan panitia, sementara Dinas PUTR Perkim Kabupaten Barru membantu pembenahan dan penyiapan jalur yang menjadi lintasan. Semuanya bekerja dalam diam, tetapi hasilnya terasa.
“Semua bergerak sesuai peran masing-masing. Ada yang menyiapkan jalur, menjaga keamanan, memberikan pelayanan kesehatan, menyiapkan konsumsi dan air minum, sampai mempublikasikan kegiatan. Semua menjadi satu kesatuan yang membuat kegiatan ini sukses,” tutur Yulianto.
Pada akhirnya, Bhayangkara Offroad Merdeka Peduli Seri V mungkin akan dikenang karena jalurnya yang menantang.
Tetapi bagi sebagian peserta, boleh jadi yang paling melekat justru adalah wajah-wajah warga yang mereka temui di perjalanan.
Warga yang berdiri di pinggir jalur. Anak-anak yang melambaikan tangan. Suguhan makanan dan minuman yang diberikan tanpa banyak kata.
Serta malam di Lappa Laona, ketika seni dan budaya Barru mengalun di tengah dinginnya pegunungan dan deru mesin yang sesekali membelah malam.
Dan bagi Yulianto, di situlah makna terbesar sebuah kegiatan. Semua berpadu menjadi satu pengalaman: alam, otomotif, budaya dan keramahan.
Bhayangkara Offroad bukan hanya tentang otomotif dan keberanian menaklukkan medan. Ia menjadi ruang perjumpaan, ruang berbagi dan ruang memperkenalkan Barru melalui cara yang paling sederhana: keramahan masyarakat dan kekayaan budayanya.
Sebab, pada akhirnya, medan mungkin bisa ditaklukkan dengan kendaraan. Tetapi hati para tamu ditaklukkan oleh keramahan, budaya dan kehangatan Barru.
“Bhayangkara Offroad tentunya bukan hanya tentang otomotif. Ada kebersamaan, kepedulian, promosi wisata dan interaksi dengan masyarakat. Semoga semua yang datang ke Barru membawa pulang kesan baik tentang alam dan keramahan masyarakat kita,” pungkasnya. (*)
*) Wartawan di Baŗru.
Posting Komentar untuk "Bukan Sekadar Menaklukkan Medan, Offroader Menemukan Kehangatan di Barru"